Rekom PPP dan Empaty Umat Kepada Ra Mamak

0
245
Ra Mamak. Ilustrasi/Net

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM–Air mata bahagia seolah berbaur menjadi keharuan lain dikalangan alumni Pesantren Annuqayah manakala mendengar rekom DPP PPP telah jatuh ke orang lain, tak seperti yang diharapkan para Relawan dan Loyalis sebelumnya yang sangat antusias untuk mendukung KH. Shalahudin A.Warits atau karib dipanggil Ra Mamak tersebut.

Tanpa bermaksud memanas-manasi ataupun menolak dan mendukung figur yang telah direkom oleh partai berlambang ka’bah itu, ternyata jauh dibalik hiruk pikuk “perebutan” rekom itu, ada rasa “ngilu”, sedih dan tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Faktanya memang tak dapat dipungkiri, terlalu banyak yang mencintai Ra Mamak. Wajar meski usianya masih muda, yang bersangkutan sudah dipercaya menajdi Ketua DPC PPP Sumenep.

Fakta lain tentang pengorbanan dan kecintaan alumni terhadap Ra Mamak tak bisa dianggap enteng, tak bisa pula disalahkan. Karena mencintai kiai bagian dari mencintai para warastatul anbiya. Optimisme dan komitmen yang terbangun dalam jiwa santri yan selama ini bersama ra Mamak tak pernah padam. Dihati mereka terus nyanyian perjuangan, menyalakan gelora perjuangan untuk ikut membangun Sumenep. Salah satunya melalui kontestasi Pilkada 9 Desember 2020.

Bahkan seminggu yang lalu, harian oline nasional [tribunNews] menrunkan artikelnya berjudul “Pilkada Sumenep 2020, Relawan Optimis Ra Mamak Diusung dari PPP. Hal Ini Jadi Pertimbangannya”, [Senin 13 Juli 2020].

Sangat jelas dukungan mereka terhadap kiai muda ini, Sang Ketua PPP Sumenep KH.Shalahudin alias Ra Mamak, yang merupakan cendekiawan muda, politisi pesantren yang sudah kenyang dengan sederet pengalaman di “tanah lapang”, halaman luas Indonesia.

Bahkan Ust. Fathol Bari, yang berdiri di garda depan sebagai Ketua Relawan dan Loyalis Ra Mamak For Sumenep 1, seperti ditulis media tersebut, menyatakan tetap optimis untuk mendukung dan memenangkan Ra Mamak menjadi Bacabup [M-1] pada 9 Desember 2020.

Rupanya simpati terhadap Ketua DPC PPP tak hanya datang dari tim relawan maupun loyalis saja. Bahkan sejumlah tokoh dari lintas profesi turut ber-empaty terhadap apa yang telah terjadi. Terkesan lebay dan baper memang menyoal ini. Namun tidak berlebihan kiranya sedikit saja ‘ikut berbagi rasa’ terhadap perekoman DPP PPP terhadap KH. Moh Ali Fikri Warits, saudara kandung Ra Mamak sebagai bacawabup.

Bahkan seorang wartawan senior yang juga mantan Caleg salah satu partai, menyampaikan haru birunya itu disebuah grup Whatsapp yang bunyinya begini,” Neser k Ra Mamak…gun…tak Oneng sematora.[ikut merasa prihatin atas apa yang menimpa Ra Mamak. Namun tak sampai hati menorehkannya dengan kata-kata,Red]”.

Terlepas dari suka tidak suka, senang tidak senang atas hadirnya rasa empaty itu kepada Ra Mamak, rekom telah diterbitkan. Dan ribuan orang diluar sana menyatakan ikut bersedih, meski ribuan lainnya turut merasakan kebahagiaan karena rekomendasi pencalonan telah “dimenangkan” oleh paslon kesayangan mereka.

Kerap diberitakan media ini sebelumnya, bakal calon Bupati yang diusung oleh PKB, yakni Fattah Jasin melalui pesan WA yang dikirim ke Redaksi Maduraexpose.com memberikan penjelasan terkait rekom DPP PPP yang sempat heboh di media sosial.

“Ini asli bukan hoax… kita syukuri Allah memberikan rahmat dan hidayah dgn turun nya rekom kpd pasangan FJ dan RF oleh PPP alhamdulillah…..,” demikian Fattah Jasin memberikan penjelasan lewat WA pribadinya yang dikirim ke Maduraexpose.com pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.22 WIB.

Rekom itu dikeluarkan DPP PPP dengan Surat Nomor 2583/REK/DPP/VII/2020 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP Drs Hj Ermalena, MHS dan Sekjend Asrul Sani. *

Selamat beramal sholeh dan berlomba dalam kebaikan..!!

Ferry Arbania: Alumni Ponpes Annuqayah, Mantan Redaktur Harian Memorandum Surabaya, Kontributor Suara Surabaya FM100 melalui jaring radio bersama Radio Swasta Pertama di Madura (Radio Nada FM Sumenep). [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]