Ramadhan In Asoka : Pengajian Kitab Asrorus Shoum Bersama Kiai Sahli,Mpd.I

Terbit: 28 Maret 2023 | 13:21 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Mengawali Ramadhan In Asoka, pengurus Stasiun Sosial Asoka (SSA) PP Raudlatul Iman Gadu Barat Ganding Sumenep melaksanakan pengajian kitab Asrorus Shoum (Rahasia-Rahasia Puasa) yang dihelat selama dua kali dalam seminggu yakni malam Senin dan Jumat dan diasuh oleh Kiai Sahli Hamid selaku pembina SSA

Kitab karya Imam Ghazali yang masuk bagian Ihya Ulumuddin itu dipilih, di samping sesuai tema Ramadhan juga praktis untuk bisa dituntaskan dalam waktu singkat.

“Kita pilihkan kitab Asrorus Shoum, karena kitab ini kecil insya Allah bisa tuntas dalam waktu 8 pertemuan sesuai program pengajian yang hanya dua kali seminggu. Juga kitab ini pas untuk dikaji pada momen Ramadhan” ungkap Kiai Sahli saat memulai pengajian, Ahad (26/3/2023)

“Saya berharap alumni dan santri yang tidak mondok dapat mengikuti dan berkolaborasi di sini” himbaunya.

Kiai yang dikenal dekat dan familiar dengan santri itu langsung memulai memberikan pengajian dengan penjelasan dan bahasa yang enak didengar disertai guyonan segar yang menjadi ciri khasnya. Meski kalem, aura kewibawaannya sangat terasa dan menjadi magnet bagi para alumni dan santri yang hadir menyimak pengajiannya.

“Ini menarik untuk membina dan menjalin kebersamaan sesama alumni dan lembaga Raudlatul Iman” komentar Ferry Arbania alumni angkatan 2000-an yang juga ceo MaduraExpose.com

Selain pengajian kitab, kegiatan SSA juga memrogramkan ekopesantren, cangkruan budaya, tadarusul Qur’an yang dilaksanakan dengan penanggung jawab masing-masing. (Red).

  • MADURA EXPOSE

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

    Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *