Ra Mamak Sesuai Prosedur, Rekom PPP Jadi Polemik

0
204

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Komitmen Ra Mamak KH Muhammad Shalahuddin Warist untuk tetap maju sebagai Calon Bupati Sumenep sudah bulat dan sepertinya bukan omong kosong, meski terjadi polemik dalam penerbitan rekomendasi partai berlambang ka’bah tersebut.

Baru-baru ini beredar rekomendasi Bacabup diluar kader PPP, namun mendapat reaksi keras dari Ra Mamak selaku Ketua DPC PPP Sumenep. Saudara kandung dari Ra Fikri (Ali Fikri) ini bahkan menuding rekom yang beredar dinilainya sangat tidak lazim karena tidak sesuai mekanisme partai yang sudah diatur sebelumnya.

dalam tatacara dan proses pencalonan berdasarkan Rakorwil PPP yang digelar pada 11 Juni 2020 lalu. Pada Saat itu telah disepakati mengenaian proses pengusulan nama calon, keluarnya rekom kepada selain Ketua DPC PPP Sumenep patut dipertanyakan .

Kemudian pada hari beriuktnya, yakni pada tanggal 14-25 Juli masih dalam proses verifikasi oleh pihak DPW PPP Jawa Timur. Setelah melalui proses verifikasi ini, maka selanjutnya diteruskan ke tingkat DPP.

“Pengusulun nama calon itu, artinya hasil rapimcab ditingkat DPC untuk dilengkapi sampai tanggal 11 Juli. Setelah tanggal 11 juli alan ada verifikasi bacalon oleh DPW dari tanggal 14 samapi dengan 25 Juli, baru setelah itu DPW mengirim surat tangga 27 Juli ke DPP,” urainya.

Oleh karena itu, Ra Mamak mengaku heran atas viralnya surat rekomendasi tidak lazik itu. Sebab, dalam surat tersebut tertulis DPW PPP Jatim mengusulkan calok pada tanggal 2 Juli, itu artinya jauh sebelum rakorwil dilaksanakan.
“Kalau merujuk rekom yang viral itu tertulis tanggal 2 Juli surat dari DPW, jadi kami tidak mengenal mikanisme itu,” ungkap Ra Mamak kepada awak media. [*]

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]