MaduraExpose.cm- Sejumlah tokoh yang meliputi unsur praktisi hukum, jurnalis, purnawirawan TNI dan tokoh pendidikan di Kabupaten Sumenep membentuk sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi. LSM tersebut diberi nama Institut Penindakan Kriminal dan Korupsi Madura atau disingkat IPK2M.

“LSM ini merupakan hasil dari pertemuan beberapa unsure, belum lama ini, tepatnya tahun kemarin. Dan pas di saat peringatan HUT Kemerdekaan RI,” kata salah satu pencetus IPK2M, H. Amin Jakfar, kepada Media Center Sumenep, Selasa (17/3), saat menyerahkan berkas pendaftaran di Bakesbangpol Linmas Kabupaten Sumenep.

LSM tersebut terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) Sumenep dengan Nomor : W14-U15/156-PA.Pkp/Hk-VIII-2014/PN. Sumenep.

LSM IPK2M ini di Ketuai oleh Imam Hidayat, salah seorang praktisi hukum dan pengacara di Sumenep. Sementara pencetus utamanya menurut Amin Jakfar ada 5 orang, yakni dirinya sendiri, Imam Hidayat, Fathorrasyid Sofa, Letkol Purn R. Sutomo, dan RM. Farhan.

Tujuan utamanya, menurut Amin, tidak lebih untuk membantu masyarakat Madura dan Sumenep khususnya, membersihkan pulau ini dari segala bentuk pelanggaran hukum dan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Oleh karenanya, Amin mengaku tidak mau berkompromi dengan siapapun yang bersalah secara hukum. Bahkan untuk menjaga tujuan IPK2M, pihaknya mengaku akan menjaga jarak dengan dunia politik praktis, demi kemurnian tujuan sekaligus cita-cita IPK2M.

“Tapi ini jika membawa nama institusi, masalah hak politik yang dimiliki perorangan ya masalah lain,” katanya, dan menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendeklarasikan IPK2M. Tapi yang penting bisa langsung action, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kepengurusan pertama, ditetapkan Imam Hidayat (Ketua), Drs. Sahab (Wakil Ketua), dan Amin Jakfar (Sekretaris), selebihnya bidang-bidang. Sementara sebagai markas atau Sekretariat IPK2M ditempatkan di Jalan Barito Kampung Laok Sok-sok Desa Pandian Sumenep.

(Han/Esha/Fer/toeb)