
MADURA EXPOSE—Berawal dari statemen Badrul Aini, salah satu Anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) Sumenep lewat media online, yang menduga adanya pemotongan anggaran Bimtek ke Jakarta selama dua hari terhitung dari tanggal 5-7 Mei 2016 kemarin.
Harusnya, lanjut Badrul Aini, dirinya mengaku hanya diberi anggaran sebesar Rp 2.350.000. padahal tiap peserta Bimtek anggota DPRD Sumenep ke Jakarta dianggarkan sebesar Rp 5 juta per anggota dewan.
“Saya bersama Muhlis dari Partai Gerindra sepakat mengembalikan sisa anggaran Bimtek ini kepihak Sekwan,” terangnya kepada awak media, Senin 9 Mei 2016.
Sisa anggaran Bimtek anggota dewan ke Jakarta yang hendak dikembalikan ke pihak Sekwan DPRD Sumenep sebesar Rp 2.650.000. Alasan pengembalian karena adanya dugaan manipulasi anggaran yang mengarah kepada korupsi.
Kecurigaan Badrul yang mengarah kepada Wakil Ketua DPRD Moh.Hanafi dari Partai Demokrat karena Pantia Bimtek diduga kuat melakukan pengkondisian hingga nominal dari sisa anggaran yang diberikan kepada peserta Bimtek hanya Rp 2.650.000.
“Masa kita disodorkan dua kwitansi dengan nominal berbeda. Satu kwitansi ditulis Rp 2.350.000 dan kwitansi satunya lagi ditulis Rp 5 juta. Apa ini bukan masuk ranah korupsi?,” tandasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mengembalikan sisa uang anggaran tersebut ke pihak Sekwan DPRD Sumenep untuk menghindari adanya jeratan hukum dikemudian hari.
Pernyataan yang tak jauh berbeda disampaikan anggota dewan dari Partai Gerindra, Muhlis. Sebagai wakil rakyat, dirinya beralasan enggan mengambil sisa anggaran Bimtek ke Jakarta dengan alasan sama, yakni adanya manipulasi anggaran. Pihaknya juga bersikukuh mengembalikan sisa anggaran tersebut kepihak Sekwan.
Sementara M Hanafi Wakil Ketua DPRD Sumenep, dikonfirmasi sejumlah wartawan membantah tudingan yang dilancarkan Badrul Aini tersebut. Bahkan pihaknya mengancam akan melaporkan politis PBB itu dengan alasan pencemaran nama baik. Menurut Hanafi, masalah sisa anggaran Bimtek tersebut bukan domainnya.
“Badrul itu darimana dasarnya menuding saya melakukan pengkondisian. Sudah jelas yang menganggarkan dan pelaksana anggarannya itu Sekwan. Itu urusan Sekwan,” bantahnya dengan nada berang. [JN2/Fer]





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)