PT Djarum Tetapkan Kuota Pembelian Tembakau Madura

0
847
Petani tembakau di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep tengah menyirami bibit "daun emas" (Foto: Ferry Arbania/maduraexpose.com)

Perusahaan rokok PT Djarum menetapkan kebijakan baru dalam pembelian tembakau dengan membeli percontohan tembakau yang diajukan petani dalam proses jual beli.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyatakan biasanya percontohan tembakau yang diajukan petani atau pedagang tembakau ke petugas sortir tembakau di pabrikan tidak dibeli dan menjadi milik perusahaan.

“Kebijakan PT Djarum yang membeli sampel tembakau petani tersebut, kami ketahui setelah melakukan serap informasi dengan manajemen perusahaan itu, beberapa hari lalu,” katanya di Pamekasan.

PT Djarum memiliki kebijakan lain, yakni membeli semua tembakau dari petani. Kebijakan perusahaan ini berbeda dengan kebijakan perusahaan rokok lain yang mengambil percontohan dari petani.

“Kalau perusahaan rokok lain, kan masih mengambil sampel. Jadi sampel yang diajukan petani atau pedagang tembakau itu tidak dibeli, diberikan secara cuma-cuma. PT Djarum itu tidak seperti itu,” katanya.

Selain itu, PT Djarum merupakan satu-satunya perusahaan rokok yang memiliki perwakilan di Madura dan sangat fanatik pada tembakau Madura.

Oleh karena itu, setiap tahunnya perusahaan rokok ini selalu menetapkan kuota pembelian tembakau dalam jumlah banyak di Madura.

Pada musim tanam tembakau tahun ini, PT Djarum telah menetapkan kuota pembelian tembakau Madura sebanyak 8.000 ton, jauh lebih banyak dibandingkan dengan PT Sukun yang hanya 550 ton dan PT Bentoel Prima yang hanya 2.000 ton.

(bisnis)