Proyek tanggul irigasi dikawasan Patemon, Pamekasan disoal warga dan aktivis Lingkungan. [Foto: Addarori/Maduraexpose.com]

Pamekasan, Maduraexpose.com- Pembangunan tanggul penahan air di sepanjang sungai Patemon Pamekasan tergolong ‘baru’ dipertanyakan oleh Akhmad Kusnindar, aktivis Lingkungan Pamekasan, Jawa Timur.

Pasalnya, tanggul yang baru selesai dibangun tersebut sudah mengalami pergerakan yang rawan longsor dibeberapa titik dan jika dibiarkan khawatir menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Itu memang murni karena aliran sungai, atau memang dari segi pengerjaannya?. Kok bisa menjadi seperti itu. Padahal baru dibangun kok sudah retak-retak begitu.” Ujar Akhmad Kusnindar atau lebih karib dipanggil Dadang ini kepada Maduraexpose.com, Selasa (3/11/2015).

Dadang meminta seluruh pihak terkait segera melakukan langkah-langkah persuasif mengingat lokasi tanggul berada didekat pemumikan penduduk.

“Cikatarum, BLH, Pengairan, Bapedda perlu dipertanyakan. Sebab, dinas tersebut yang biasanya menangani persoalan tersebut,” imbuhnya menadaskan.

“Kan harus jelas, anggarannya berapa, sudah sesuai apa enggak pengerjaannya. Jangan-jangan, seperti dijakarta yang terhembus ke media. Anggarannya kecil, masih dikorup.” Ujarnya.

Beberapa warga yang dihubungi Maduraexpose.com juga mengaku resah dengan kondisi tanggul yang terlihat tidak wajar, karena masih tergolong baru dibangun, namun realisasinya terjadi ‘pergerakan’ tanah disejumlah area tanggul tersebut.

“Disini dekat dengan rumah warga mas. Kalau terus terjadi penggerakan tanah seperti ini, bisa jadi rumah kami (Warga) rusak.” ujar seorang perempuan yang merupakan penduduk disekitar tanggul sambil meminta identitasnya disembunyikan. .

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari dinas terkait .

(Add/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM