Sumenep, MaduraExpose.com- Belum kering persoalan renovasi pasar Lenteng, kini mega proyek pembangunan pasar Ganding Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur juga menuai polemik di kalangan pedagang.

Pasalnya sejumlah pedagang di Pasar Tradisional tersebut diduga kuat adanya kongkalikong antara pengelola pasar dengan pemilik lahan yang disewakan kepada pedagang untuk ditempati sementara semasa pembangunan pasar berlangsung.

“Kami menduga ada main antara pengelola pasar ganding dengan berinisial NM (pemilik lahan), kenapa tidak? Los saya yang tidak termasuk dalam pembangunan kok juga disuruh kosongkan,” ucap pedagang yang enggan disebutkan namanya, minggu (21/10).

Lebih anehnya lagi, sambung pedagang itu, dirinya mengaku setelah dia disuruh kosongkan los/kiosnya, pihaknya suruh pindah kelahan yang diduga milik perseorangan itu, namun harus membayar uang sewa.

“Setelah kami disuruh pindah sementara ketempat yang ditunjukkan, tapi malah kami disuruh harus bayar uang sewa 1 juta per meter, ini kan aneh, ” jelasnya kecewa.

Sementara Kepala UPT Pasar, Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan dengan tegas dirinya mengatakan tidak meminta atau menerima uang apapun dari pedagang, bahkan dirinya mengaku tempat relokasi para pedagang digratiskan.

“Saya tidak menerima apapun, tapi kalau anak buah saya tidak tahu, ” ucapnya kepada media ini, Jumat (19/10) kemaren. (fer/ajm)

HotNews:  Beredar Foto Bacabup PKB Fattah Jasin Bersama Politisi PAN Malik Effendi, Sosok Pak Haji Diatas Kursi Jadi Perhatian