Reporter: Agus JN
MADURAEXPOSE.COM–Pelaksanaan sejumlah proyek fisik yang bersumber dari dana desa Desa Pabian Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2017 diduga asal jadi, proyek yang dimaksud antara lain pembuatan Drainase atau saluran air sepanjang 200 meter dengan lebar 40 centimeter.

Hal ini disampaikan oleh Riadi Kompak (45) salah satu tokoh pemuda yang ditemui MaduraExpose.com dilokasi pekerjaan.

“Kalau hasil pekerjaannya seperti ini maka yang dirugikan kami sebagai masyarakat karena kami tidak bisa menikmati hasil manfaat dari hasil pekerjaan ini” kata Riadi biasa dia dipanggil

“Drainase ini kan tujuannya untuk memperlancar jalannya air bila terjadi hujan, namun jika seperti ini saya pastikan hasil pekerjaan ini tidak bermanfaat bila musim hujan”kata Riadi

Ketika ditanyakan berapa anggaran yang digunakan untuk  pembuatan Drainase tersebut

“Drainase tersebut dialokasikan dari dana desa yang yang menghabiskan dana sebesar Rp 146.978.00, yang menurut saya sebuah angka yang besar untuk hasil pekerjaan yang asal jadi ini” imbuhnya

“Sedang secara keseluruhan Dana Desa yang diterima oleh Desa Pabian Kecamatan Arjasa untuk Alokasi Dana Desa (ADD)  adalah 322.513.200 sedang untuk dana desa 801.516.300” Riadi menambahkan

Kepala Desa Pabian Kecamatan Arjasa Abd Rasid karena tidak bisa dihubungi melalui sambungan telepon maka SumenepTimes meminta tanggapan Warid Wadjidi sebagai Camat Arjasa.

“Kami sebagai kepala Wilayah di kecamatan Arjasa sudah sering  turun kebawa untuk melakukan pengecekan hasil pekerjaan dari seluruh kepala Desa” terangnya

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Namun jika masih ada hasil pekerjaan yang dikira kurang memuaskan atau tidak benar maka kami akan segera menegur Kepala Desa yang bersangkutan dan akan kami perintahkan untuk segera memperbaiki hasil pekerjaannya, seperti yang di desa Pabian tersebut” pungkas mantan Sekretaris Kecamatan ambunten tersebut. (Gus/Fer)