KODIM 0827 SUMENEP GELAR UPACARA BENDERA HUT RI KE-72

0
749

MADURAEXPOSE. COM– Kodim 0827 Sumenep melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka peringatan HUT- RI ke-72 Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2017 dan digelar di lapangan Upacara Makodim 0827 Sumenep Jln. Kesatrian No 1 Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep.

Bertindak selaku Inspektur upacara Komandan Kodim 0827 Sumenep Letkol Inf Budi Santosa, S,Sos dan Komandan upacara Komandan di jabat Pasilog Kapten Chb Ardi Sumarja, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Pasiintel Kapten Cba M. Yuli Irawan, Pembaca Doa Sertu Samsuri. Kamis (17/08/2017)

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara.

“Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Atas nama pribadi dan Kepala Staf Angkatan Darat, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AD, disertai harapan semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk dapat mempertahankan semangat dan kinerja terbaik kita, demi kejayaan Tentara Nasional Indonesia Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini.”ungkapnya.

Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Menjadi merdeka merupakan dambaan dari seluruh rakyat
Indonesia pada masa itu yang rela
dengan mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk lepas dari penjajahan namun lebih penting dari itu, yaitu merdeka berarti bahwa Bangsa Indonesia juga sederajat dengan Bangsa-bangsa lainnya di dunia. Selanjutnya, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia juga merupakan bentuk rasa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mengkaruniai Bangsa Indonesia dengan kemerdekaan setelah melalui sebuah perjuangan yang sangat panjang dan tidak kenal lelah dengan mengorbankan jiwa dan raga.Untuk itu, tidaklah berlebihan apabila peringatan kemerdekaan juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan, dengan diiringi doa.‎

HotNews:  Anggota Satgas TMMD Bantu Masyarakat Panen Padi

Di awal tahun 2017 ini, kita baru saja
menghadapi dan melewati situasi yang cukup sulit dalam kehidupan sosial kemasyarakatan Bangsa Indonesia, terkait dengan pelaksanaan salah satu pesta demokrasi, berupa Pilkada Serentak yang dilaksanakan di berbagai wilayah. Kita patut bersyukur karena semuanya telah berjalan dengan lancar dan aman,walaupun diwarnai dengan dinamika yang sangat tinggi. Namun demikian, masih terdapat persoalan-persoalan yang memerlukan kewaspadaan kita untuk terus mengawal dan membantu terjaganya stabilitas dan kondusifitas kehidupan sosial masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

Dari gejolak situasi yang mengiringi
penyelenggaraan Pilkada Serentak yang baru lalu, kita dapat memetik pelajaran bahwa ancaman terhadap Bangsa dan Negara kita telah berkembang menjadi semakin kompleks dan sulitdiidentifikasi, tidak hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer.
Perkembangan terorisme dan gerakan radikal kanan/kiri masih terus kita rasakan sebagai ancaman yang tidak pernah padam.

Demikian pula dengan maraknya anarkisme yang seringkali mengiringi penyampaian pendapat para buruh, pemuda dan mahasiswa, tawuran antar kelompok penyalahgunaan Narkoba, serta penyebaran pornografi dan seks bebas. Jenis ancaman tersebut di atas,walaupun tergolong sebagai ancaman non militer, namun masih relatif mudahuntuk dilihat dan dirasakan serta dihadapi. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu kita pahami juga bahwa disamping ancaman tersebut, saat ini telah semakin berkembang jenis ancaman baru.Ancaman ini yang lebih sulit dilihat dandirasakan, namun memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah Negara, yaitu ancaman informasi.

Arus informasi yang sangat deras tersebar melalui media teknologi, telah terbukti mampumempengaruhi cara‎ berpikir dan perilaku manusia. Secara umum masyarakat Indonesia sudah mulai menyadari bahwa ancaman terhadap kedaulatan Negara melalui celah informasi ini, tidak bisa dilepaskan dari semakin hilangnya nilai-nilai Pancasila dari dalam jiwa masyarakat Indonesia,sehingga semangat persatuandan kesatuan Bangsa serta nilai-nilai musyawarah untuk mufakat semakin memudar dan tergantikan oleh ego sektoral serta intoleransi yang semakin menguat Kondisi tersebut merupakan lahan yang sangat subur untuk tumbuh kembangnya radikalisme maupun separatisme.Selain itu,maraknya peredaran Narkoba juga merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan Negara kita. Saat ini Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba.

Indonesia bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar Narkoba terbesar di Asia. Lebih daripada itu, penyalahgunaan Narkoba telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, strata sosial ekonomi termasuk didalamnya institusi TNI ” saya tekankan kepada para prajurit dan PNS TNI AD agar menjauhi pelanggaran terhadap penyalahgunaan Narkoba, karena TNI AD telah menyatakan untuk perang terhadap Narkoba.

Panglima Besar Soedirman pernah berpesan kepada kita untuk “Pelihara TNI pelihara angkatan perang kita.Jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan,bukan prajunt yang mudah dibelokkan haluannya.Kita masuk dalam tentara,karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi Bangsa dan Negara Menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional ditengah masyarakat tersebut, rasanya penting bagi TNI AD untuk kembali mengingat konsep yang menempatkan TNI AD sebagai stabilisator dan dinamisator kehidupan masyarakat. Sebagai instansi yang masih sangat dipercaya publik,TNI AD harus selalu hadir sebagai solusi dalam menjaga imunitas bangsa yaitu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
‎‎
Upacara peringatan HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan di Makodim 0827 Sumenep berlangsung hikmat diikuti oleh Perwira Staf Kodim 0827 Sumenep, Danramil Jajaran Kodim 0827 Sumenep serta Anggota Pa,Ba, Ta dan PNS Kodim 0827 Sumenep.

HotNews:  PBNU Minta Pemerintah Tutup Akun dan Media Online Kelompok Wahabi

(Pur/Fer)