maduraexpose.com

 


SUMENEP EXPOSE

Prosesi Arya Wiraraja Diapresiasi Dandim sebagai Benteng Karakter di Era Globalisasi

105
×

Prosesi Arya Wiraraja Diapresiasi Dandim sebagai Benteng Karakter di Era Globalisasi

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

SUMENEP – Gelaran kolosal Prosesi Arya Wiraraja, sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, mendapat sorotan khusus dari Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han. Dandim menegaskan bahwa acara budaya ini bukan hanya ritual masa lalu, tetapi merupakan benteng karakter dan jati diri Sumenep di tengah tantangan arus modernisasi global.

Berbicara usai menyaksikan Prosesi Arya Wiraraja yang megah di depan Labeng Mesem, Pendopo Agung Sumenep, Sabtu (25/10/2025) malam, Letkol Bendi Wibisono menyatakan kebanggaan dan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep yang sukses menyajikan warisan leluhur secara penuh makna.

 


“Prosesi ini bukan hanya ritual mengenang masa lalu, tapi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Inilah jati diri Sumenep yang sesungguhnya,” ujar Letkol Arm Bendi Wibisono.

 

Budaya Sebagai Penguat Karakter di Tengah Kemajuan

 

Dandim menyoroti peran sentral budaya dalam membentuk mental dan karakter masyarakat, terutama saat ini ketika daerah dihadapkan pada derasnya globalisasi. Menurutnya, Prosesi Arya Wiraraja menjadi pengingat kolektif akan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang harus dipertahankan.

“Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru dengan melestarikan budaya, kita memperkuat karakter, kebanggaan, dan nilai kemanusiaan,” tegasnya, menegaskan fungsi budaya sebagai benteng di era modern.

Ia menilai, berbagai elemen pertunjukan—seperti Suluk Dalang, tarian yang merefleksikan kehidupan petani dan nelayan, hingga penampilan masif 300 penari topeng “Branyak Angkara”—adalah simbol kekayaan yang mampu menghidupkan kembali semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakat Kota Keris.

 

Ruang Kontemplasi dan Gotong Royong

 

Bagi Letkol Arm Bendi, Prosesi Arya Wiraraja melampaui sekadar pertunjukan seni. Ia melihatnya sebagai ruang kontemplasi bagi seluruh masyarakat Sumenep untuk mengenang kembali sejarah berdirinya Kadipaten, sekaligus merajut kembali semangat gotong royong dan cinta tanah kelahiran.

Acara tersebut, yang turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep, pimpinan OPD, budayawan Madura Ibnu Hajar, dan kepala daerah se-Jawa Timur, menjadi bukti kuat bahwa kekayaan budaya Sumenep tetap lestari dan memiliki daya tarik yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam kebanggaan kolektif.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---