Program 99 Hari Didemo Mahasiswa, Bupati Sumenep “Kabur”

0
1350

MADURA EXPOSE– Hari terahir dealine 99 hari program kerja Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A.Busyro Karim bukannya mendapat ucapan selamat ataupun kado. Malah yang ada gerakan aksi unjuk rasa yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) di depan Kantor Pemkab setempat, Rabu 25 Mei 2016.

Mahasiswa pengunjuk rasa menilai program 99 hari kerja Bupati Sumenep tak lebih dari sekadar program balas budi, hingga hasilnya tidak menyentuh terhadap subatansi kebutuhan masyarakat luas.

“Lihat saja pelayanan di RSUD, percuma juga Bupatinya ngantor wong tenaga medisnya masih tidak ramah. Peningkatan SDM nya juga memperihatinkan. Intinya program 99 hari kerja bupati itu semacam balas budi dan hasilnya juga tidak maksimal,” beber Mudi Muieller, Korlap aksi Mahasurya.

Pantauan Madura Expose, sejumlah mahasiswa yang terlihat berorasi didepan Kantor Pemkab Sumenep meminta Bupati Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi untuk menemui mereka dan berdialog langsung terkait tidak maksimalnya program 99 hari kerja yang semula direncanakan lounching hari ini.

Sayangnya, dua tokoh penting itu tidak bisa menemui pengunjuk rasa dengan alasan ada acara diluar kota. Mendengar Bupati dan Wabup tidak “ngantor”, pengunjuk rasa menjadi berang dan langsung melakukan “sweeping” mendadak ke lantai dua di kantor Pemkab.

” Kami cek dulu apa benar Bupati dan Wabupnya keluar kota,” timpalnya.

Menyikapi pengunjuk rasa yang memaksa untuk ketemu dan berdialog langsung dengan Bupati dan Wabup Sumenep, tiba-tiba muncul Hadi Soetarto, Sekdakab Sumenep yang meminta pengunjuk rasa melakukan audiensi didalam ruangan. Sayangnya, mahasiswa pengunjuk rasa menolak mentah-mentah permintaan dari mantan Kepala Bappeda tersebut sambil menyerahkan selebaran berisi pernyataan sikap Mahasurya. [bsr/fer]

HotNews:  4 Hari lagi, DPC PKB Sumenep Akan Gelar Muscab dan Pengukuhan