Busyro Karim/Maduraexpose.com

Maduraexpose.com- Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timu, Fauzi Hasyim yang juga mantan anggota DPRD Sumenep priode 1999-2014 menilai pemerintahan Busyro Karim selam kurang lebih tahun dinilai belum optimal.

Tidak optimalnya politisi PKB tersebut terlihat dari cara mengatur komposisi para pimpinan SKPD yang dinilainya (kebanyakan) tidak mampu menyelesaikan peran dan tanggung jawab masing-masing seperti yang telah dibuktikan oleh rezim sebelumnya, yakni pada pemerintahan KH.Ramdhan Siraj yang memimpin Sumenep selama dua priode.

“Sistem pemerintahan Busyro Karim belrum optimal. Aparat bawahannya tidak terampil berselancar”, ujar Fauzi Hasyim, Prisidium KAHMI Jatim kepada Maduraexpose.com, Senin (5/10/2015).

Politisi yang juga mantan ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Sumenep ini melihat sosok kepemimpinan Busyro Karim kurang tegas menyikapi banyaknya tuntutan masyarakat, yang menginginkan adanya pencopotan sejumlah kepala dinas yang selama ini memiliki kinerja tidak maksimal, bahkan cenderung banyak masalah.

Untuk diketahui, beberapa kepala dinas yang selama ini bermasalah dengan hukum, yakni Bambang Irianto, Kepala Dinas Cipta Karya Sumenep dan Direktur PT.WUS Sitrul Ars yang berkali-kali di demo oleh aktivis mahasiswa supaya dicopot karena dinilai gagal mengelola BUMD.

(Zam/fer)