SURABAYA- Beredar kabar berita yang viral di media atas tragedi yang menimpa rekan wartawan bernama H.Ridwan dari media LiputanIndonesia.co.id, dikabarkan telah menjadi korban debt Collector yang diduga telah mencuri dan menggelapkan sepeda motor miliknya, jumat (08/11/19).

Kejadian itu membuat sejumlah wartawan geram melihat kelakuan para Debt Collector yang semakin merajalela, Ade salah satu anggota Komunitas Jurnalis Jawa Timur ikut berkomentar dan menyuarakan akan mengawal kasus yang menimpa H.Ridwan selama ini meresahkan masyarakat Surabaya.

“Tindakan ini tidak bisa dibiarkan, rekan kita H.Ridwan telah menjadi korban Debt Collector suruhan pihak Oto Finance Surabaya,” seru Ade kepada wartawan Surabaya, Minggu (10/11/19).

Menurut Ade, kejadian ini tidak hanya menimpa rekan kita H.Ridwan namun banyak masyarakat kota Surabaya yang telat membayar angsuran dirampas di tengah jalan. Tidak hanya itu, lanjut Ade. Dengan modus bujuk rayu para Debt Collector menggiring para pemilik kendaraan yang telat membayar juga digiring kekantor Finance dengan alasan bisa meringankan tunggakan para kreditur namun fakta dilapangan berbeda.

“Beralasan pinjam kunci motor, Sim dan STNK kepada pemilik kendaraan untuk dicek nomor rangka kendaraan, namun kenyataannya kendaraan milik atas nama dibopong dan dimasukan kegudang kantor finance tersebut,” ujar Ade.

Ade mengajak seluruh rekan wartawan untuk ikut hadir dan mengawal saat H.Ridwan akan melaporkan  kepihak Polrestabes Surabaya atas tragedi yang menimpa temanya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kepada rekan wartawan seprofesi dan seperjuangan, kepedulian yang menimpa H.Ridwan membuat simpatik saya untuk membantunya. Ini negara hukum kita akan kawal terus laporan polisi nantinya, kita  akan temani rekan kita H.Ridwan nanti saat pelaporan Polisi, percayakan kepada pihak kepolisian untuk memproses para pelaku tersebut,” katanya.

Perlu diketahui rekan jurnalis H. Ridwan telah beritikad baik ingin membayar dan melunasi tanggungan motor miliknya, namun mengapa motor H.Ridwan diambil begitu saja oleh pihak Finance. Padahal masa cicilan kendaraan milik H.Ridwan kurang 6 kali cicilan dan sudah berjalan 2 tahun

Senada diberitakan sebelumnya, mantan Kapolri Tito Karnavian pernah menyampaikan terkait premanisme yang meresahkan masyarakat, ” Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib ditindak lanjuti polisi, itu bagian dari teror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” jelas Tito Karnavian seperti yang dilansir Tribratanews beberapa waktu lalu.

“Dengan alasan apapun hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena sudah diatur Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.”

Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, “satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit yang didaftarkan ke fidusia adalah pihak kepolisian, bukan lah preman berkedok Debt Collector.”

Sedangkan pihak leasing atau Bank Finance harus mematuhui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 pasal 3 dan 4 tentang perbankan. Jika tidak mematuhi sesuai bunyi pasal 5 akan dikenakan sangsi administratif berupa peringatan, penghentian kegiatan usaha atau pencabutan izin usaha.(abe)