Dua Sisi Mata Uang di Tribrata Sumenep: Yang Setia Naik Pangkat, Yang ‘Nakal’ Dipecat
#Integritas Polri: Upacara PTDH dan Penghargaan di Polres Sumenep 2026

oleh -225 Dilihat
Suasana upacara PTDH dan kenaikan pangkat penghargaan di Lapangan Tribrata Polres Sumenep dipimpin AKBP Anang Hardiyanto.
"Pembersihan Internal: Upacara PTDH terhadap Aipda NHP dan pemberian pangkat penghargaan kepada Kompol Moh. Haqqul sebagai bentuk komitmen Polres Sumenep menjaga integritas Polri yang Presisi. (Foto: Dok. Madura Expose/Humas Polres)"
Terbit: 2 Maret 2026 | 23:32 WIB

SUMENEP – Lapangan Tribrata Polres Sumenep menjadi saksi bisu sebuah seremoni yang kontras pada Senin (02/03/2026) pagi. Di bawah pimpinan AKBP Anang Hardiyanto, institusi Polri di ujung timur Pulau Madura ini menegaskan bahwa integritas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Upacara kenaikan pangkat penghargaan bagi Kompol Moh. Haqqul MM (Kapolsek Rubaru) digelar berdampingan dengan prosesi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Aipda NHP.

Secara Teori Administrasi Publik, tindakan ini merupakan implementasi dari sistem Reward and Punishment yang krusial bagi kesehatan organisasi pemerintah. Di tengah sorotan tajam publik terhadap kinerja aparat penegak hukum secara nasional, Polres Sumenep mencoba mengirimkan pesan kuat: tidak ada ruang bagi mereka yang mengkhianati sumpah Tribrata.

Tanggung Jawab yang ‘Terluka’ Pelaksanaan PTDH terhadap Aipda NHP bukan sekadar urusan administratif pencopotan seragam. Ini adalah bentuk “operasi bedah” institusi untuk membuang sel-sel yang rusak demi menyelamatkan tubuh Polri secara keseluruhan. Sebagaimana sering ditekankan oleh Kapolri dalam konsep Polri Presisi, kepercayaan publik adalah nyawa dari kepolisian. Satu saja anggota yang melanggar perilaku dan moralitas, dampaknya akan melukai ribuan anggota lain yang bekerja dengan jujur di lapangan.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, dalam amanatnya yang lugas mengingatkan bahwa pangkat adalah amanah, bukan “lisensi” untuk merasa di atas hukum. Ia menegaskan agar seluruh personel menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi di mata masyarakat Madura yang dikenal kritis.

“Kenaikan pangkat penghargaan adalah apresiasi atas loyalitas tanpa cacat. Namun, PTDH adalah pengingat pahit bahwa institusi tidak akan ragu menindak tegas siapa pun yang keluar dari jalur hukum dan etika,” demikian intisari amanat yang disampaikan dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut.***

HotExpose:  Kisah Pratu Holil: Ayak Pasir Demi 'Istana' Pak Sayyi di Rubaru!

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Layanan Pembaca: Sampaikan informasi atau opini melalui email: maduraexposenews@gmail.com.

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.