SUMENEP, Madura Expose — Dalam upaya proaktif menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep melakukan kegiatan penyuluhan dan himbauan keselamatan di Pasar Anom Sumenep pada Selasa pagi. Dengan mengusung konsep “Police Goes to Market”, anggota kepolisian berinteraksi langsung dengan para sopir bus mini, sebuah langkah edukatif dan persuasif yang jauh dari pendekatan represif.
Pendekatan Preventif dan Prioritas Keselamatan
Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dwiyani, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada tindakan preventif untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas. “Nyawa penumpang jauh lebih mahal dari segalanya. Kami ingin para sopir bus mini benar-benar memahami risiko di jalan dan selalu mengutamakan keselamatan,” tegasnya. Pendekatan ini menunjukkan orientasi Polri yang tidak hanya sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga mencegah terjadinya potensi bahaya melalui pembinaan masyarakat.
Mengatasi Kerawanan Lalin Moda Transportasi Umum
Pemilihan bus mini sebagai target penyuluhan ini didasarkan pada analisis kerawanan lalu lintas. Sebagai moda transportasi harian bagi masyarakat, peran sopir menjadi sangat krusial. AKP Ninit mengingatkan bahwa satu kelalaian kecil bisa berdampak fatal. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup:
- Pentingnya mematuhi batas kecepatan.
- Larangan penggunaan ponsel saat berkendara.
- Kewajiban menggunakan sabuk pengaman.
- Pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman.
- Bahaya mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
Himbauan ini sejalan dengan upaya Polres Sumenep untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi strategi pro-aktif kepolisian yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Mendapat Apresiasi dan Menguatkan Sinergi
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para sopir. Pendekatan yang humanis dan edukatif dari Satlantas dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran. “Keselamatan bukan hanya urusan polisi, tapi tanggung jawab kita semua di jalan,” tutup AKP Ninit, menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama. [*]








