MADURAEXPOSE.COM—Hingga hari ini misteri kematian Titin Kholidah, warga Dusun Peregi Timur, Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur masih dalam penanganan pihak Reskrim Polres setempat, meski sebelumnya sudah ada pengakuan dari sepasang suami istri yang mengenali ciri-ciri korban mayat, seperti pakaian, anting, kalung dan gelang yang melekat ditubuh jenazah perempuan malang tersebut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap warga bernama Moh Wardi, Dusun Prigi Timur, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. Dia mengaku mayat yang ditemukan di Batu Putih itu anaknya. Dia mengenali dari perhiasan anting, kalung dan gelang korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Moh Nur Amin,SH saat dihubungi MaduraExpose.com melalui telpon genggamnya, Selasa 1 November 2016.

Ditambahkan Amin, meski sudah ada pengakuan warga yang mengaku orang tua korban, pihaknya mengaku perlu mendalami lagi proses identifikasi mayat perempuan tersebut dengan melibatkan pihak forensik Polda Jatim.

“Insya Allah, hari tim forensik dari Polda Jatim akan melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk mengenali identitas korban sekaligus motif dari meninggalnya korban,” imbuhnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Pamekasan tersebut menjelaskan, pentingnya identifikasi forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik dalam menentukan identitas korban yang saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

“identifikasi forensik ini dilakukan karena jenazah tidak dikenal, saat ditemukan sudah membusuk,” pungkasnya.

Diberitakan MaduraExpose.com, sebelumnya, warga Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur digegerkan dengan temuan mayat perempuan yang sudah dalam keadaan membusuk, di sebuah hutan jati tak jauh dari pemukiman warga setempat, Minggu siang 30 Oktober 2016 lalu. [ima/ferry]