Polres Pamekasan Kisruh Uang Tebusan Tersangka Narkoba

0
1115
Ist.Penangkapan bandar sabu di Sumenep, Madura, Jawa Timur (Dok.MaduraExpose.com)

Pamekasan (Madura Expose)— Sejak beberapa terakhir ini, Kapolres Pamekasan Polres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha menjadi bulan-bulanan media massa, menyusul dilepasnya tiga tersangka pengguna narkoba yang tertangkap Satnarkoba pada Kami (10/12) lalu.

Informasi yang beredar dikalangan wartawan, tiga tersangka yang diduga menjadi budak narkoba tersebut harusnya diganjar dengan hukuman setimpal. Namun sebaliknya, para pelaku dilepas begitu saja. Beredar kabar, jika lepasnya tersangka, karena diduga kuat adanya oknum aparat yang bermain uang tebusan yang mencapai ratusan juta.

Dihubungi sejumlah awak media, Kapolres Pamekasan berdalih tidak mengetahui adanya informasi yang menyebutkan adanya uang tebusan dibalik lepasnya tiga tersangka pengguna narkoba.

“Sejak ditangkap, ketiga tersangka tidak pernah dibebaskan, masih dalam pemeriksaan dan penahanan Satreskoba Pamekasan”, ujarnya.

Pihaknya juga mengaku tidak tahu menahu terkait adanya kabar yang menyebutkan oknum aparat terima uang ratusan juta untuk melepas para tersangka. Kendati demikian, pihaknya siap bertindak tegas jika benar ada oknum petugas yang menerima uang tebusan dari tersangka.

Diberitakan sebelumnya, Satreskoba berhasil menangkap 3 tersangka pengguna narkoba jenis sabu-sabu, yakni Samidin Kepala Desa terpilih Desa Maduleng, Kabupaten Sampang, Samidin, Warga Sampang dan M Soleh, warga Proppo, Kabupaten Pamekasan. Ketiganya tertangkap saat petugas Satnarkoba Polres Pamekasan melakukan penggerebekan di rumah Jumari di Desa Jambaringin, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Adapun mencuatnya kabar tersangka dilepas, pertama kali mencuat setelah adanya informasi dari KH. Syaiful Jabbar, salah tokoh masyarakat berpengaruh di Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.
(DBS/MEX)