Politisi PAN Soroti Tambak Ikan Sumenep

Terbit: 12 April 2017 | 14:53 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dwita Andriani, mengungkapkan bahwa di pesisir yang kini direncanakan akan dibangun tambak udang itu sebenarnya areal wisata cemara udang, dan itu butuh dipertahankan sebagai kekayaan wisata. Karenanya, dia mengaku tidak heran jika ada penolakan dari masyarakat setempat.

Selain itu, kata Ita – Dwita Andriani, berdasarkan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, analisis dampak lingkungan (amdal) pembangunan tambak udang tersebut juga tidak ada. Padahal setahu dia, perusahaan yang akan membangun tambak udang ternyata sudah dua tahun yang lalu mulai mendekati warga. Dia mengaku heran kenapa ada perusahaan mau masuk ke Sumenep tanpa melalui prosedur terkesan dibiarkan begitu saja.

“Secara pribadi, saya juga akan tegas menolak. Bahkan jika izinnya belum terbit, maka penerbitan izinnya itu yang saya tolak,” tegas anggota Fraksi PAN itu.

Ita memastikan bahwa Komisi III akan mengundang beberapa instansi terkait untuk memperbincangkan persoalan itu, sehingga benang merahnya segera terurai.

Setelah ditemui anggota Komisi II DPRD Sumenep, KEN langsung menuju kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menemui bupati. Mereka juga akan mengadukan persoalan yang dihadapi sekaligus meminta dukungan penolakan.

Sumber:BangsaOnline

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *