MADURAEXPOSE.COM–Kepolisian dari Polda Jawa Timur mengaku belum mampu mengungkap pelaku pemasang gambar simbol palu arit, yang merupakan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kapaolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil saksi-saksi termasuk warga dan ulama. Yang jelas, lanjutnya, penempatan gambar lambang PKI itu diduga ada upaya yang dilakukan seseorang untuk mengadu domba antara aparat, ulama dan warga.

“Itu seperti ada upaya adu domba antara ulama dengan ulama, ulama dengan aparat dan lainnya. Ada ulama datang, tiba tiba muncul lambang PKI. Ini jelas upaya adu domba,” kata Irjen Pol Machfud Arifin saat melakukan pertemuan di gedung PWNU Jatim, Jumat (10/2).

Tim dari Polda Jatim, lanjutnya, sudah diterjunkan di lokasi penemuan gambar palu arit tersebut. Hanya saja, penyelidikan terkendala karena di lokasi tidak ditemukan CCTV. Sementara, saat itu juga tidak ada satu saksipun yang mengetahui siapa pemasang lambang PKI tersebut.

Sementara Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan bahwa gambar ditemukan oleh warga saat sholat subuh, dicurigai dengan pelaku yang membuat logo PKI yang ditemukan pada Rabu malam (8/2). Sebab, model dan cetakannya sama-sama menggunakan cat pilok.

Ahmad H Budiawan
(Zaenal Arifin/Aktual)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM