Pesilat Pagar Nusa Raih Juara I di Ajang Kejurnas IPSI

Terbit: 6 Agustus 2016 | 13:40 WIB

Atlet Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa asal Banyumas Febria Puspa Ariesta meraih juara 1 kelas remaja alam kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (3/8) lalu.

Demikian rilis dari PW PSNU Pagar Nusa Jateng yang diterima NU Online, Sabtu (6/8). Pada kejurnas yang berlangsung 1-4 Agustus ini, Febria membawa bendera IPSI Jawa Tengah.

Kesuksesan Febria meraih prestasi ini tidak serta merta datang tiba-tiba melainkan melalui proses latihan yang ketat. Ia mengatakan dirinya mempunyai tekad yang kuat dengan meninggalkan waktu bermain hanya untuk berlatih.

“Saya bergabung dan berlatih pencak silat di Pagar Nusa Banyumas. Dari latihan yang tekun, Alhamdulillah secara perlahan setapak demi setapak bisa meraih prestasi juara,” ujar dara berparas cantik ini.

Ketua Cabang Pagar Nusa Banyumas Imam Santosa memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Febria. Menurut Santoso, Febria merupakan pesilat yang memiliki talenta sekaligus kemauan yg keras untuk meraih sebuah impian di cita citakan.

“Hal inilah yang menjadikan ia bisa meraih prestasi yg membanggakan. Tentu saja disamping ridlo Allah,” kata Santoso

Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah Harun merasakan kebanggaannya dan akan memberikan apresiasi khusus kepada atletnya itu, Dikatakan, adanya Febria menjadi juara akan berpengaruh terhadap perkembangan Pagar Nusa di Jateng baik dari segi kuantitas maupun Kualitas. (Qomarul Adib/Fathoni)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *