Peserta Demo 4 November Tidur di Trotoar Gedung DPR

0
675
Massa memenuhi jalan gatot subroto di depan gedung DPR, Jumat 4/11/2016. Tempo/Rully Kesuma

Jakarta – Aktivitas para perserta demo 4 November masih berlangsung hingga saat berita ini ditulis. Massa Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi keagamaan yang menuntut pengusutan dugaan penistaan agama, kini menunggu di depan gedung DPR/MPR RI, Sabtu diniharo, 5 November 2016.

Usai rusuh yang sempat terjadi di kawasan Istana Kepresidenan dan sekitarnya, Jumat sore kemarin, massa bergerak menutupi jalanan di depan gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Menjelang Sabtu pukul 02.00 WIB, tampak lebih dari setengah demonstran mengistirahatkan diri. Mereka tidur secara berderet di sepanjang trotoar di sisi luar pagar kompleks Parlemen, hingga ke ruas jalan raya.

Ada pula yang memilih tidur di sepanjang jalur jembatan penyeberangan orang (JPO), yang berada tak jauh dari gerbang parlemen. Beralaskan koran, tikar, hingga jaket, mereka tidur tanpa mempedulikan orang lain yang berjalan lalu lalang.

Ketua Umum FPI Rizieq Shihab yang memimpin orasi di depan gerbang pun sempat memberi instruksi istirahat pada para pendukungnya. “Kita gunakan tiga jam untuk istirahat Nanti subuh kita bangun, shalat, lalu berorasi, setuju?” ujar Rizieq lewat pengeras suara.

Dia mengimbau massa yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia itu, agar menjaga stamina. Suara Rizieq sendiri terdengar sudah sangat serak, saat berorasi sekitar pukul 23.00 WIB, kemarin. “Kita simpan energi. Siap sampai pagi.”

Meskipun begitu, ada pula peserta unjuk rasa yang memilih kembali ke rumah, sebelum melanjutkan kegiatan. Rahmi, 25 tahun, asal Cijantung misalnya, berkata akan pulang ke rumahnya dengan angkutan berbasis online. Bersama sepupunya, dia berniat kembali ke lokasi unjuk rasa esok pagi.

Dia menolak menyebut institusi yang diikutinya dalam unjuk rasa, namun mengaku berada persis di depan pagar Istana Presiden, saat bentrok terjadi. “Itu bukan kami yang mulai. Ada polisi yang pertama tembakin (tembakan peringatan). Langsung memicu (bentrok),” tuturnya sembari meminjam kabel charger pada Tempo.
YOHANES PASKALIS|TEMPO.CO

HotNews:  Mahfud MD: itu Semua Permainan Omong Kosong, Terlalu Bodoh Kalau Saya Bilang Begitu