Perusahaan Migas Asing Ini Sedot Gas dari Madura

0
980

Jakarta -Santos, perusahaan migas asal Australia, berhasil memproduksi gas bumi dari lapangan gas Peluang di Blok Madura Offshore di lepas pantai Jawa Timur. Produksi dari Peluang ditargetkan mencapai 25 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan dialokasikan untuk dalam negeri.

Vice President Asia, West Australia and Northern Territory Santos John Anderson mengatakan, produksi pertama dari lapangan Peluang lebih cepat daripada jadwal yang direncanakan. Persetujuan pengembangan lapangan sendiri baru diberikan pada Februari 2013.

“Lapangan Peluang adalah aset keempat yang dioperasikan oleh Santos di Asia Tenggara. Keberhasilan produksi gas pertama di Peluang yang lebih awal dari jadwalnya merupakan tonggak sejarah penting pencapaian perusahaan atas strategi pertumbuhan yang kuat di Asia,” ujar John dalam keterangannya, Senin (24/3/2014).

Lapangan Peluang sendiri sudah tersambung (tie-back) dengan sarana-sarana yang sudah ada di lapangan gas Maleo. Diharapkan produksi puncak bruto dari Proyek Peluang dapat mencapai 25 mmscfd.

“Selain Peluang, Santos pun memfokuskan diri untuk mengembangkan aset yang baru diperoleh yaitu lapangan minyak Ande-Ande Lumut di Cekungan West Natuna.” tambahnya.

Presiden dan GM Santos Indonesia Marjolijn Wajong menyatakan, produksi gas dari lapangan Peluang akan diserap oleh konsumen domestik, sebagaimana produksi gas Santos dari lapangan lainnya di Jawa Timur.

“Kami telah memproduksi gas dari Lapangan Oyong, Wortel dan Maleo di lepas pantai Jawa Timur sehingga hal ini menambah kapasitas kami di kawasan ini. Dimulainya produksi dari proyek Peluang menunjukkan kemampuan kami untuk merealisasikan proyek-proyek baru di Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, Santos memegang 67,5% hak partisipasi dan bertindak sebagai operator di Blok Madura Offshore. Mitra lainnya adalah PC Madura Ltd dan PT Petrogas Pantai Madura.

(rrd/dnl/dtk)