MaduraExpose.com – Kabupaten Ngawi memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Sepanjang tahun 2025, produksi padi di daerah ini mencatatkan kenaikan signifikan. Data terbaru menunjukkan Ngawi berhasil memproduksi 775.466 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat sebanyak 5.637 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari langkah strategis Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi yang menginisiasi lahirnya payung hukum baru untuk melindungi masa depan petani lokal.
Pertanian Ramah Lingkungan: Solusi di Tengah Ketergantungan Kimia
Fraksi PDI Perjuangan Ngawi menjadi motor penggerak dalam penyusunan dan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pertanian Ramah Lingkungan. Regulasi ini hadir sebagai jawaban atas penyusutan lahan produktif dan tingginya ketergantungan petani pada bahan kimia sintetis yang merusak unsur hara tanah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Ngawi, Heru Kusnindar, menegaskan bahwa keberlanjutan sektor pertanian adalah harga mati bagi kesejahteraan warga Ngawi. “Suara rakyat bukan sekadar aspirasi, tapi amanah. Lewat Perda Pertanian Ramah Lingkungan, kita menjaga agar tanah Ngawi tetap subur untuk generasi mendatang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi,” jelas Heru, Sabtu (10/1/2026).
Capaian Sektor Ketahanan Pangan & Peternakan 2025
Selain peningkatan produksi gabah, Fraksi PDI Perjuangan yang beranggotakan 20 legislator ini mencatatkan sejumlah keberhasilan di bidang pangan dan ternak sepanjang tahun lalu:
-
Nol Kasus PMK: Melalui pengawalan ketat pada program vaksinasi ternak sapi dan kambing, Ngawi melaporkan 0 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang 2025.
-
Infrastruktur Penunjang Tani: Mengawal perbaikan jalan mantap desa yang kini mencapai 2.610 kilometer untuk memperlancar distribusi hasil panen.
-
Revitalisasi Pasar: Pengawalan pembangunan kembali Pasar Kendal dan pasar hewan terpadu guna memperkuat rantai pasok ekonomi kerakyatan.
Visi Infrastruktur Pertanian Berkelanjutan
Meskipun capaian jalan mantap di Ngawi sudah menyentuh angka 96,78 persen, Fraksi PDI Perjuangan tetap mendorong percepatan pemenuhan infrastruktur spesifik pertanian. Agenda prioritas ke depan mencakup perbaikan irigasi primer, pembangunan jembatan penghubung lahan produksi, hingga akses air bersih pedesaan.
Komitmen ini juga diperkuat dengan disahkannya Perda RTRW Nomor 4 Tahun 2025 yang menjadi landasan tata ruang Ngawi hingga 2045. Regulasi ini memastikan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) tetap terlindungi dari ekspansi industri yang tidak terkendali.
Transparansi dan Mandat Politik
“Laporan kinerja ini adalah bentuk transparansi kami kepada rakyat. Kami ingin memastikan setiap kebijakan penganggaran dan pengawasan di DPRD benar-benar berpihak pada petani dan masyarakat kecil,” pungkas Heru Kusnindar.








