MADURA) – Stadion Ahmad Yani, Kota Sumenep, menjadi saksi bisu gebrakan taktis yang dipertontonkan Perssu Madura City. Dalam laga uji coba krusial melawan FC Tropic pada Selasa (2/12/2025) sore, “Laskar Kuda Terbang”—julukan Perssu—resmi meluncurkan filosofi bermain baru: ‘Full Attack’ yang diinstruksikan oleh nahkoda tim, Coach Supriyanto.
Uji coba ini bukan sekadar pemanasan fisik, melainkan gladi resik untuk menajamkan taktik agresif yang diyakini mampu membawa Perssu terbang tinggi di kompetisi regional.
Tiga Gol ‘Petir’ Sang Striker Pandu Winata
Perssu memang berniat mengambil inisiatif menyerang, namun tim tamu FC Tropic memberikan perlawanan yang layak di awal babak. Beberapa kali tusukan tajam dari sektor flank dan lini tengah FC Tropic sempat membuat defender Perssu bekerja keras.
Titik balik terjadi di menit ke-15, saat anak-anak Perssu mulai mengambil kendali penuh di lapangan tengah. Hasilnya datang beruntun, cepat, dan brutal.
Striker Pandu Winata menjelma menjadi pembeda kelas. Dengan sentuhan maut dan naluri predator, Pandu mencetak hattrick kilat yang membius penonton:
- Menit ke-28: Gol pembuka, buah dari skema umpan cepat.
- Menit ke-32: Gol kedua, hasil tendangan jarak dekat yang tak mampu dijangkau kiper.
- Menit ke-40: Gol penutup babak pertama, menandai dominasi total Laskar Kuda Terbang.
Skor 3-0 menjadi penutup paruh pertama, sebuah pernyataan keras dari lini serang Perssu Madura City.
Evaluasi Mental dan Ancaman di Grup Neraka

Memasuki babak kedua, FC Tropic yang tak mau menyerah melakukan rotasi pemain ofensif, strategi yang langsung membuahkan hasil. Sebuah gol balasan lahir di menit ke-60, membuktikan bahwa meskipun Perssu unggul dalam skor, celah pertahanan masih ada. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menyikapi hasil ini, Coach Supriyanto, pelatih yang sudah dua musim berturut-turut menukangi Laskar Kuda Terbang, memberikan pandangannya. Uji coba ini, katanya, adalah rangkaian wajib untuk memetakan kelemahan tim dan mengeliminasi penyakit kronis para pemain muda.
“Karena masih anak-anak muda, jadi kadang ada demam panggung. Kalau latihan bagus, begitu main di lapangan, bisa berubah. Ini yang terus kami evaluasi,” kata Coach Supri.
Optimisme tetap menyelimuti skuad jelang bergulirnya Liga 4 PSSI Jatim. Perssu Madura City terperangkap dalam “Grup Neraka” yang berisi tim-tim tangguh.
Perssu tergabung dalam satu grup bersama Unesa FC, Banteng Muda Jatim, dan Persepam Pamekasan.
Laga perdana Perssu Madura City akan langsung menjadi big match pembuka grup 4. Laskar Kuda Terbang dijadwalkan meladeni tantangan Banteng Jatim FC pada 11 Desember 2025 Pukul 13.00 WIB di Stadion Gelora Rato Pamelingan Pamekasan. Ini adalah ujian mental pertama bagi taktik Full Attack Coach Supri.**


















