
MADURAEXPOSE.COM– Novel Baswedan yang menjadi penyidik sejak 2007 di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai peran besar dalam menguak kasus-kasus besar terkait korupsi di Indonesia. Pria kelahiran Semarang, 22 Juni 1977 itu sempat mengusut kasus besar di negeri ini. Sebut saja, kasus Wisma Atlet yang menyeret nama-nama dari kalangan parpol yang di antaranya adalah Angelina Sondakh yang kini telah ditahan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemberitaan Republika.co.id, Novel juga berkontribusi besar dalam mengusut kasus jual-beli perkara sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Kasus ini menyeret hakim konstitusi Akil Mochtar hingga sejumlah kepala daerah yang berperkara. Salah satunya adalah mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Yang tak pernah dilupakan, ketika KPK berhadapan dengan instansi Polri. Saat itu, KPK mengusut kasus dugaan korupsi simulator SIM yang ada pada instansi Polri. Kasus ini pulalah yang memicu adanya konflik antara KPK dengan Polri kala itu.
Dalam kasus simulator SIM itu, Novel punya andil besar, hingga akhirnya melibatkan sejumlah petinggi Polri dalam kasus tersebut. Bahkan, untuk keperluan pemeriksaan, penyidik KPK saat itu sampai melakukan penggeledahan di kantor Korlantas, yang dipimpin Irjen Djoko Susilo.
Tak mau kalah, Polri juga menyeret Novel dalam sebuah kasus yang sudah usang, yakni ketika masih dinas di Polres Bengkulu. Novel dijadikan tersangka oleh kepolisian dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet. Hingga akhirnya, pada Mei 2015, Novel pun ditangkap polisi atas kasus itu.
Kasus besar terakhir yang ditangani Novel, adalah korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik (KTP-el). Novel berperan sentral pada kasus ini. Mulai dari awal hingga akhirnya dibawa ke persidangan. Bersama rekan penyidiknya, ia berusaha mendapatkan sejumlah saksi kunci dari total 200 lebih saksi yang diperiksa.
Total kerugian negara dari korupsi KTP-el ini tergolong fantastis yakni Rp 2,3 triliun. Kasus ini juga menyeret aktor-aktor politik dan juga pejabat kementerian serta pengusaha.
Sejumlah saksi kunci dalam kasus tersebut pun ada yang menyangkal. Salah satunya, Miryam S Haryani, anggota komisi II dari fraksi Partai Hanura saat proyek berlangsung, yakni dalam rentang waktu antara 2009 sampai 2014. Pengusutan kasus KTP-el ini terhambat karena adanya sangkalan beberapa saksi, terutama dari Miryam. Miryam, saat bersaksi di persidangan, malah mencabut seluruh BAP untuk dirinya, kemudian “menyerang” Novel.
Miryam mengaku telah ditekan oleh Novel saat diperiksa di KPK Desember 2016. Hingga akhirnya majelis membuat keputusan untuk memeriksa para penyidik yang dituduh Miryam telah menekannya, termasuk Novel, ke dalam persidangan.
Banyak kalangan yang menduga bahwa Miryam justru telah ditekan oleh kalangan DPR untuk mengubah keterangannya saat di persidangan. Juga mencabut seluruh isi BAP selama diperiksa KPK.
[ROL]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
