Percik Air Tembayu, Mengancik Takjub di Gua Sarifah

0
1049
Indahnya Gua Sarifah di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek. [Foto:Roro Ayu]

MADURA EXPOSE–Pematang sawah yang menghampar, sentuhan angin dari pematang yang berkelok disela dahan pepohonan, mengantarkan langkah makin bergairah mendekat Gua Sarifah yang kesohor di Pulau Giliyang.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Gua Sarifah memiliki pintu masuk dengan lubang yang relatif kecil menggoda rasa penasaran untuk segera memasuki dinding kamarnya yang konon unik bertabur batu bintang. Dan benar saja, didalam gua yang bermulut kecil ini ternyata memiliki hamparan luas dengan bertabur kilau batu bintang yang memukau.

Kerak-kerak batu yang telah ‘bersetubuh’ dengan tanah dan waktu ratusan tahun, tampak seperti lukisan indah bersusun. Ditambah lagi dengan sentuhan air yang membulir dari rambut gua, menambah pesona gua Sarifah serasa berhias kerlap-kerlip kecil nan indah tiada tara.

“Inilah dunia nyata yang terasa dalam adegan film dilayar kaca. Menengangkan, indah penuh pesona,” bisik Ratna mengunci percakapan kawan-kawan dengan anggukan kepala.

Buliran air yang menetes pelan dan berirama ini oleh warga Giliyang disebut dengan Air Tembayu. Karena air inilah, Gua Sarifah dipenuhi stalagmit didalamnya yang menembus hingga dua lubang dilangit-langit gua hingga bersentuhan dengan cahaya matahari yang memanggang diatasnya.

Menjelang bulan Ramadhan 1437 H, Gua Syarifah ini sudah pasti akan ramai oleh pengunjung dari luar. Bahkan tak jarang dijadikan tempat berkumpul sambil menunggu buka puasa atau sekedar berteduh mengistirahatkan penat sambil menikmati kicauan burung yang mengangkasa diubun-ubun Gua Sarifah yang bertahta panorama. [Ferry Arbania]