Ist.Tower/Maduraexpose.com

Madura Expose—Pendataan jumlah tower yang selama ini sangat mencurigakan berbagai kalangan, ternyata benar-benar terungkap setelah seluruh pihak terkait yang berwenangan mengurus hal tersebut dikonfrontir oleh pihak DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Senin (18/1/2016).

Amburadulnya pendataan jumlah tower di kota Gerbang Salam ini sangat disesalkan sejumlah pihak, termasuk kalangan anggota dewan yang langsung memerintahkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu (KPPT) dan Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Pamekasan diruang Komisi I DPRD Pamekasan.

“Pihak Dishubkiminfo menyodorkan data sebanyak 177 tower sedang KPPT 172 tower. Ini malah selisih sekitar 5 tower”, terang Ismail, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur didepan wartawan.

Politisi Partai Demokrat ini menengarai, dari simpang siurnya data dua instansi tersebut sudah bisa ditebak, jika data yang juga dikantongi pihak Satpol PP jauh lebih “parah”. Hal itu bisa terjadi, karena instansi penegak Perda tersebut hanya berdasarkan data dari kedua belah pihak yang ditemukan tidak sama.

Pihaknya mendesak bagian Dishubkominfo dan KPPT untuk segera melakukan pemutakhiran data tower secara benar agar tidak menimbulak persoalan di kemudian hari. Sementara jumlah tower yang sudah terpancang di bumi Pamekasan, hingga tahun 2015 lalu secara keseluruhan berjumlah 160 tower. Namun yang mengantongi ijin diprediksi hanya 60 tower.

[jak/fer]

HotNews:  Tersandung Kasus Suap, Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka KPK