SUMENEP, MaduraExpose.com – Sebuah aksi pencurian licik menggemparkan dunia usaha di Kabupaten Sumenep. Kamera pengawas di konter ponsel Dj 99, Jl. Teuku Umar, Desa Pandian, berhasil merekam manuver seorang pria yang dengan lihai menggasak sebuah iPhone 12 Pro Max seharga Rp9 juta. Insiden yang terjadi pada Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 14.30 WIB ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja.
Operasi Intelijen Terselubung: Modus Mengelabui Karyawan
Pelaku, yang menyamar sebagai pembeli, memasuki konter dengan skenario yang terstruktur. Ia tidak langsung menargetkan ponsel mahal, melainkan memulai percakapan dengan menanyakan berbagai ponsel dengan harga terjangkau. Langkah ini adalah bagian dari taktik untuk mengelabui dan mengalihkan perhatian karyawan.
Menurut Zubaidi, pemilik konter, pelaku menolak tawaran iPhone 7 Plus, lantas beralih melihat iPhone 11. Ia juga berpura-pura tertarik pada ponsel Android murah sebelum akhirnya menyatakan niat untuk membeli Samsung A05. Dalam kekacauan yang diciptakan oleh serangkaian pertanyaan dan permintaan itu, pelaku menunggu saat yang paling krusial: momen kelengahan.
Kelengahan Sekejap, Kerugian Rp9 Juta
Saat karyawan lengah, pelaku dengan cepat melakukan aksinya. Ia berhasil mengambil iPhone 12 Pro Max 256 GB dari etalase. Keberhasilan operasi senyap ini baru disadari Zubaidi setelah pelaku pergi dan dilakukan pengecekan stok. Kerugian yang dialami tidak main-main, mencapai Rp9 juta.
CCTV Menjadi Kunci: Petunjuk Penting Identifikasi Pelaku
Meskipun wajahnya terekam buram oleh CCTV, pihak konter tidak kehilangan akal. Mereka berhasil mendapatkan foto yang lebih jelas dari rekaman, yang menunjukkan ciri-ciri khas pelaku. Salah satu petunjuk paling menonjol yang kini menjadi data penting kepolisian adalah kalung berwarna perak yang dikenakan oleh pria tersebut.
Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Zubaidi berharap pelaku segera tertangkap dan diadili. Insiden ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pemilik usaha.
Modus pencurian dengan mengalihkan perhatian karyawan adalah taktik lama namun masih sangat efektif. Kewaspadaan dan sistem keamanan yang ketat kini menjadi tameng paling vital untuk melindungi aset dari aksi-aksi kriminal serupa.
[nss/gim/fer]


















