Pelatihan Muslim Cyber Media Counter Berita Hoax

Terbit: 19 Februari 2017 | 20:10 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Guna meng-counter berita negatif yang menyudutkan umat dewasa ini, Hasan Al Banna dan DKM ABBAS Panyawangan mengadakan Pelatihan Muslim Cyber Media, di Masjid Abu Bakar Ash Shidiq Bandung, Sabtu (18/2/2017). Panitia pelaksana, Dadan Hendaya menyatakan kegiatan ini merupakan upaya mengedukasi masyarakat terkait cara menghadapi berita-berita hoax yang belakangan beredar.

“Sekarang ini banyak pemberitaan media yang menyudutkan umat, juga berita bohong yang mendiskreditkan ulama. Tapi kita di sini tidak untuk attacking hoax dibalas hoax. Yang kita lakukan adalah mencari cara untuk meluruskan dan mengoreksi berita-berita tersebut,” jelas Dadan.

Ia pun melanjutkan, hal ini sesuai dengan slogan yang coba mereka gaungkan: “Berkata benar atau diam”. Melalui pelatihan ini, ia mengumpulkan elemen-elemen masyarakat yang memiliki ghirah keislaman tinggi untuk bersama-sama meng-counter berita negatif dengan informasi benar dan positif.

Dalam kegiatan ini, lima praktisi andal dihadirkan sebagai pemateri. Di antaranya: M Pizaro, jurnalis yang telah malang melintang dalam pergerakan Islam; Agung SR, pakar cyber dan ahli IT; Jonru, praktisi media yang aktif di dunia cyber; Dian Anggraeni, pakar komunikasi; dan Akmal Sjafril, seorang ustaz yang aware dengan media sosial sebagai sarana dakwah.

“Kelimanya merupakan praktisi yang memahami dunia cyber dan berdakwah dengan cara mereka masing-masing. Di antaranya ada yang mengkritik isu yang tengah panas dengan cara sangat halus, namun esensinya tetap hadir. Saya harap peserta bisa menggali ilmu dari mereka,” harapnya.[voa-I/***]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *