MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Forpimka Ganding prihatin dengan adanya aksi kekerasan yang menimpa etnis muslim Rohingya, Myanmar. Sebagai bukti kepedulian dan solidaritas sesama umat Islam, mereka menggelar doa bersama agar segera tercipta kedamaian.

“Kita berharap penindasan terhadap saudara kita, etnis Rohingya, tak terjadi lagi,” ucap Abu Zairi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Ganding usai doa bersama di Makoramil 0827/08 Ganding Jln Raya – Sumenep – Ganding, Kamis (14/9/2017).

Selain doa bersama, aktivis muda Nahdliyin ini juga mengadakan diskusi dan penggalangan dana,  ‎Mereka juga mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk terlibat penuh dalam upaya – upaya diplomatik mewujudkan kedamaian bagi etnis Rohingya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami mengapresiasi respon cepat Pemerintah Indonesia melalui Menlu (Menteri Luar Negeri) yang telah melakukan klarifikasi dan langkah – langkah diplomatik, namun, kami mendesak Presiden Jokowi untuk lebih intens lagi dalam melakukan penekanan pada Myanmar. Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asean harus menunjukkan kekuatan diplomatiknya,” ulas ‎

‎Camat Ganding Drs Maulidy Laily, kami berharap masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi dengan ajakan – ajakan jihad yang justru akan membuat runyam keadaan dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian kemanusiaan dengan diadakannya doa istiqosah oleh PAC IPNU Ganding‎, Sumenep, Madura. (pur/fer)