SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM–Pasca dideklarasikannya pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, beredar foto pasangan Fattah Jasin- Ra Fikri dikalangan warga, yang seolah menjadi sinyal kuat terjadinya koalisi besar antara PKB dan PPP melawan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan beserta partai koalisi lainnya di Pilkada Sumenep 9 Desember 2020.




Berbeda dengan Ki Demang, Zainun Mahdi, salah satu relawan Achamd Fauzi-Dewi Khalifah malah justru mengaku bersyukur karena selama ini yang dianggap lawan berat itu ketua DPC PPP, yakni Ra Mamak.

“Tanpa bermaksud meremehkan kapasitas Ra Fikri, kalau benar pasangan Pak Fattah Jasin itu bukan Ra Mamak, maka analisa saya itu malah meringankan pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, karena tak akan berhadapan dengan Ra Mamak di Pilkada nanti” demikian Zainun Mahdi, pemerhati dari Sumekar Network, kepada Redaksi 1 Juli 2020.

Paling pojok KH Taufiqurrahman,FM saat acara deklarasi pasangan Achamad Fauzi-Dewi Khalifah di Kantor DPC PDI Perjuangan Sumenep, Madura, Jawa Timur

Berbeda dengan catatan wartawan senior Hambali Rasyidi yang dipublikasikan medianya pada Jumat, 19 Juni 2020, bahwa “Ra Fikri Warits sudah final sebagai Calon Wakil Bupati yang dipilih PKB,” sebut salah satu orang dekat Fattah Jasin dalam sebuah diskusi. Demikian catatan Hambali Rasyidi.

Info yang beredar diinternal DPC PKB Sumenep dan tim inti Fattah Jasin, Rekomendasi DPP PKB menetapkan Fattah Jasin sebagai Calon Bupati. KH Mohammad ‘Ali Fikri Warits sebagai Calon Wakil Bupati.

“Surat rekomendasinya tinggal diprint,” ucap sumber itu.
Ra Fikri tak langsung menolak dan menyanggupi soal dirinya dilamar untuk bersanding dengan Fattah Jasin di Pilkada Sumenep 2020.

Ra Fikri masih menunggu keputusan PPP sebagai partai yang mengusungnya.
Selain partai yang menjadi acuan, Ra Fikri juga menunggu kesepakatan para alumni-nya. Santri yang pernah mondok di pesantren ayah dan kakek buyutnya, Ponpes Annuqayah.

HotNews:  Peta Politik Terbaru Pilkada Sumenep 2020

Tulisan wartawan senior diatas cukup membuat merinding sejumlah pihak, terutama dari pendukung Ra Mamak yang sejak awal begitu “ngebet” bisa maju sebagai Calon Bupati Sumenep 9 Desember mendatang.




Bahkan jika mengutip pemberitaan matamaduranews edisi Rabu, 15 April 2020 soal sikap tegas para pendukung Ra Mamak tak bisa dianggap remeh oleh pihak manapun. “Ra Mamak Jadi Bacawabup, Loyalis: Kami Mundur Perlahan”, demikian judul berita matamaduranews.com menulis.

Judul berita itu muncul seiring beredarnya Kabar Ra Mamak dipinang sebagai Bacawabup Fattah Jasin di Pilkada Sumenep mendapat respon dari Fathol Bari, Ketua Relawan dan Loyalis Ra Mamak For Sumenep 1.

Saat dihubungi Mata Madura via telepon, Fathol Bari semula mengaku tak keberatan rencana koalisi PKB-PPP di Pilkada Sumenep.

Namun, ketika Ra Mamak ‘dirayu’ menjadi Bacawabup (bakal calon wakil bupati) Fattah Jasin, secara tegas Fathol Bari menyampaikan bahwa relawan dan loyalis tetap menginginkan Ra Mamak di posisi M 1 (Bupati Sumenep).

“Sejak pertama perjuangan dimulai, para relawan dan loyalis sudah berkomitmen untuk mendorong Ra Mamak maju sebagai Calon Bupati Sumenep. Ini tak bisa ditawar,” ucapnya tegas dari balik telpon, Selasa malam (14/4/2020).

Ada beberapa alasan kenapa loyalis ingin tetap Ra Mamak di posisi Calon Bupati. “Keinginan dan rasionalitas kuat para relawan di beberapa partai politik bahwa Ra Mamak sudah mendaftar Calon Bupati, bukan Calon Wakil Bupati, termasuk di PKB, ,” tambah Fathol Bari meyakinkan.

Alasan lain kenapa Ra Mamak harus jadi Bupati Sumenep, tambahnya, karena semua relawan dan para loyalis menilai Ra Mamak sudah memiliki kemampuan untuk memimpin Sumenep.

“Beliau satu-satunya kandidat yang tidak punya beban masa lalu,” ucapanya.

HotNews:  Peluang Kiai Ambunten Merebut Kursi Bupati Sumenep Melalui PKB Masih Terbuka Lebar, Ini Alasanya!

Keinginan kuat Ra Mamak untuk maju menjadi Calon Bupati Sumenep ini mendapat dukungan dari banyak kalangan. Bahkan dari kalangan kiai dan alumni pesantren.

Beberapa waktu yang lalu, Ra Mamak menanggapi soal dirinya yang sering disandingkan dengan Bacabup Fattah Jasin yang memiliki kans besar mendapatkan rekom dari PKB. Ra Mamak dianggap ideal mendampingi Gus Acing sebagai Bacawabup Kabupaten Sumenep.

“Saya daftar di PKB itu sebagai Calon Bupati. Itu masih. Belum daftar sebagai calon Wabup. Iya kan. Kalau ada pendaftaran lagi nanti ya gak tau gitu,” ujar Ra Mamak, saat menghadiri penyerahan surat tugas PKB pada Fattah Jasin di Kantor DPC PKB beberapa waktu lalu, melansir nusadaily.com edisi 14 April 2020.

Media ini juga merilis salah satu loyalis Ra Mamak, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep, yakni H. Latif yang mengakui bahwa Ra Mamak memang memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Maka dengan begitu, dia dianggap sangat layak maju sebagai calon bupati dibandingkan calon wakil bupati.

“Secara elektabilitas dan popularitas Kiai Mamak sudah ada, dan tidak diragukan lagi, bahkan dukungan di setiap kecamatan sudah ada, kami sangat mendukung sebagai calon Bupati,” ungkap H. Latif.




Editor: Ferry Arbania
Sumber: Dari berbagai sumber