Sumenep (Madura Expose)— Meskipun pasar Anom di Jalan Manikam, Kelurahan Bangselok sudah direlokasi ke Pasar Anom Baru di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, namun aktivitas pasar tradisional dibelakang Gedung DPRD itu tetap menjadi idola kaum ibu rumah tangga yang hendak berbelanja kebutuhan dapur seperti ikan, sayur dan lauk pauk lainnya.

Pantauan Madura Expose pagi ini, pasar kecil yang bertumpu pada ruas jalan terbatas itu, sontak membuat kendaraan roda dua sulit melintas di jalur tersebut karena didesaki oleh para pedagang dan pembeli yang meluber hingga ruas jalan.

Tak hanya pedagang sayur dan ikan yang berjualan di Pasar Anom ini, bahkan di ruas jalan bagian utara, dimanfaatkan oleh beberapa orang yang menjual jasa penyepuhan emas bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sedangkan masyarakat menengah keatas dipastikan jarang menggunakan jasa tukang patri emas itu karena menurut keterangan para tukang sepuh, hanya emas dengan kapasitas 22 karat kebawah yang biasa disepuh.

“Kalau masyarakat dengan ekonomi kelas menengah keatas biasanya beli emas 23 karat, yang tidak butuh disepuh karena tetap mengkilap”, terang Kang Saleh, salah satu tukang sepuh emas yang biasa mangkal di Pasar Anom yang berlokasi di Jalan Manikam, Kelurahan Bangselok, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

[fer]