Para Pengurus Inti PSI Diperiksa Polisi

Terbit: 22 Mei 2018 | 23:59 WIB

MADURA EXPOSE–Para pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Selasa (22/5) memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Mereka adalah Ketua Umum PSI Grace Natalie, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Wasekjen PSI Satia Chandra Wiguna, Communication Strategist PSI Andy Budiman dan Desainer Endika Wijaya.

“Hari ini kami datang memenuhi panggilan Bareskrim terkait temuan dan laporan dari Bawaslu. Kami menghormati proses hukum yang berlaku, maka itu kami berlima datang dalam kondisi sehat lahir batin, cukup tenang dan optimistis dengan proses yang akan kami jalani,” kata Ketua Umum PSI, Grace Natalie di Gedung Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dia mengklaim, materi PSI di koran Jawa Pos edisi 23 April 2018 tidak melanggar peraturan kampanye karena tidak mengandung visi misi, program maupun citra diri PSI. Grace mengatakan, materi itu hanya memuat nama-nama hasil polling internal kandidat wapres dan kabinet Jokowi untuk tahun 2019 yang dimuat di koran dalam rangka meminta masukan dari publik.

“Dalam materi tersebut tidak ada foto pengurus DPP PSI. Tidak ada ajakan memilih. Publikasi tersebut ditujukan sebagai pendidikan politik masyarakat, polling untuk menampung aspirasi masyarakat,” paparnya.

Sementara pencantuman logo dan nomor urut PSI dalam iklan tersebut, menurut dia hanya sebagai keterangan bahwa PSI sebagai pihak penyelenggara polling.

“Logo PSI pun hanya sekitar lima persen dari total luas halaman koran,” ucapnya.

Grace beranggapan pejabat Bawaslu telah bersikap diskriminatif dengan melaporkan PSI ke Bareskrim Polri sementara membiarkan partai politik lain.

“Padahal banyak parpol lain yang beriklan dengan menampilkan logo, nomor urut dan foto petinggi partai,” ujarnya.

Sebelumnya, PSI memuat iklan polling cawapres dan anggota kabinet Jokowi 2019 di koran Jawa Pos pada 23 April 2018 dan mencantumkan nomor urutnya di Pemilu 2019 serta logo partai. Temuan ini membuat Ketua dan anggota Bawaslu melaporkan Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Wakil Sekjen PSI Satia Chandra Wiguna ke Bareskrim Polri.

[Dsh/RRc]

#Reportase Rakyat

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *