Ketua GNPF Ulama Analogikan Teror Bom dengan Balapan Liar

Terbit: 24 Mei 2018 | 16:57 WIB

JAKARTA (MADURA EXPOSE)—Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak mengilustrasikan teror bom yang marak terjadi dengan balapan liar sepeda motor anak-anak muda.

“Dalam kasus teror bom ini, saya berpandangan dari kacamata orangtua. Perbuatan teroris sama seperti halnya balapan liar anak-anak muda. Para teroris itu seperti ingin tampil beda, sama halnya dengan anak-anak muda yang melakukan balapan motor liar,” ungkap Ustadz Yusuf dalam diskusi The Newsmaker Forum bertajuk Mengurai Benang Kusut Terorisme yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di kawasan Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Lebih ekstrem lagi, tak puas hanya sekadar adu ngebut, balapan liar anak-anak muda juga melakukan aksi mirip adu banteng.

“Jadi ada itu anak-anak muda ini tak hanya sekadar tampil beda, tapi juga ingin tampil nekad. Maka dilakukanlah balapan dua arah, satu motor berhadapan dengan satu motor. Jadi kalau salah ngambil keputusan ambil jalur kanan atau kiri, maka akan merenggut nyawa. Begitu juga dengan teroris,” jelas Ustadz Yusuf.

Lebih lanjut Ustadz Yusuf mengatakan, aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia mustahil tak terjadi begitu saja. Serta tak mungkin pihak aparat terkait tidak mengetahui adanya rencana-rencana aksi teror.

“Menurut saya kejadian bom Sarinah tidak terjadi begitu saja. Kemudian Mako Brimob, padahal penjagaan teroris dilakukan dengan cara ketat, tapi malah kejadian. 63 tahun saya baru mendengar dan mengalami bom meledak bersamaan dalam waktu serentak di tiga Gereja. Lalu di mana fungsi intelijen, BAIS, BIN?” ujar Ustadz Yusuf.***

[Syf/voi]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *