Panwaslih Geram, 700 NIK Siluman Masuk Data Pemilih Pilkada

0
568
Ilustrasi NIK pemilih pilkada yang dinyatakan invalid oleh Panwaslih/Istimewa

Sumenep, Maduraexpose.com– Kinerja Panwascam dalam mengawal Pilkada Sumenep bersih benar-benar dibuktikan dengan kinerja mengagumkan setelah berhasil membongkar adanya Daftar Pemilih ganda beberapa waktu lalu, kini giliran Panwascam Dasuk yang membongkar adanya ratusan Nomor Induk Kependudukan atau NIK e-KTP yang sudah tidak berlaku alias invalid.

Berdasrkan sumber yang digali Maduraexpose.com, jumlah NIK KTP yang invalid berjumlah 700 lebih yang terlanjur dimasukkan dalam data pemilih Pilkada Sumenep, Madura, Jawa Timur. Temuan tersebut dibeberkan Gazali, Ketua Panwaslih Kecamatan Dasuk kepada awak media.

Belum diketahui secara pasti, apakah ada upaya kesengajaan yang berkaitan dengan kemungkinan adanya upaya melakukan kecurangan Pilkada yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, pihak Panwaslih setempat masih terus mendalami kasus tersebut. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak UPT Kependudukan dan Capil Kecamatan Dasuk untuk dimintai klarifikasi.

Langkah itu diambil Panwaslih untuk mengetahui secara pasti pembuat NIK invalid pada data pemilih Pilkada Sumenep.
“Khususnya data pemilih yang menggunakan NIK invalid”, ungkap Gazali, Ketua Panwaslih Kecamatan Dasuk kepada awak media.

Selain UPT Kependukcapil, Panwaslih juga berencana akan meminta klarifikasi terhadap Komisioner PPK dan PPS di wilayah Dasuk, Sumenep. Anehnya, lanjut Gazali, NIK yang sudah tidak berlaku tersebut sudah terlanjur masuk dalam rekomendasi Panwaslih sebelum dilakukan penetapan DPT oleh PPK beberapa waktu lalu.

Pihaknya menduga ada pembiaran atau kesengajaan yang dilakukan oleh pihak PPK dan PPS.
“Sebelumnya Panwaslih sudah merekomendasikan kepada PPK dan PPS supaya dilakukan perbaikan. Ini kok masih ada NIK invalid yang jumlahnya sangat banyak”, tutupnya.
(fid/pom/fer)