MADURAEXPOSE.com–Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan TNI melatih Front Pembela Islam (FPI) Madura, Jawa Timur pada kegiatan Bela Negara. Namun, kata Gatot, pelatihan kepada ormas pimpinan Rizieq Shihab itu telah melalui koordinasi sehingga tidak melanggar administrasi.

“Itu kejadian Maret 2014. Kejadian sudah berlalu dan prosedur yang dilakukan benar,” kata Gatot di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (11/1).

Gatot menuturkan perbedaan antara pelatihan Bela Negara yang dilakukan FPI di Lebak dengan Madura adalah jalur prosedur dan koordinasi yang tepat. “Sebenarnya langkah ini sudah ada aturannya,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto mengatakan latihan ini seharusnya sudah memperoleh persetujuan secara hirarki. Dandim Letkol Czi Ubaidillah lebih dahulu melapor kepada Danrem dan selanjutnya kepada Pangdam.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Ditemukan kesalahan prosedur yaitu Dandim tidak melapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara,” ujar Desi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/1).

Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra pun mengambil tindakan terhadap anak buahnya. “Pangdam memutuskan memberikan sanksi kepada Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat yang baru,” ungkapnya.

Desi juga menegaskan jika latihan yang dilakukan TNI bersama anggota FPI bukan lah kegiatan militer. Informasi yang dihimpun, latihan TNI kepada anggota FPI diikuti lebih dari 100 orang. Latihan dilakukan di salah satu pesantren di Lebak.

[ded/mdk]