MADURAEXPOSE.COM—Usai melakukan peninjauan pembangunan masjid Jamik Nur Inka, yang dibiayai Panglima TNI Gatot Nurmantyo, di Dusun Bungkok, Desa Banraas, dan menikmati sejuknya oksigen Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, S.Ip. melanjutkan acaranya, ke Rumdis Bupati Sumenep, Jl. Panglima Sudirman No. 425 Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota.

Kedatangan orang nomor satu dijajaran TNI Jawa Timur ini, disambut oleh Forpimda Sumenep, Wabup Sumenep, Wakapolres Sumenep, Sekda dan para Asisten Pemkab setempat.

Di ruang cafetaria atau ruang makan rumdis Bupati Sumenep, Pangdam V/Brawijaya melakukan ramah tamah.

Sebelum melanjutkan acaranya ke Pendopo Agung Keraton Sumenep, Pangdam V/Brawijaya terlebih dahulu melakukan foto bersama Forpimda, di dalam keeraton.
Setelah itu, Pangdam V/Brawijaya melaksanakan silaturrahmi dengan para Kyai dan Ulama se Madura yang dihadiri sekitar 150 orang.

Hadir dalam acara tersebut, Forpimda Kabupaten Sumenep, Wakil bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno, S.Sos. Sekda Kab. Sumenep, Drs. H. Hadi Soetarto, M.Si. SKPD Kabupaten Sumenep, Ketua MUI se Madura, serta Kyai dan Ulama se Madura.

Pangdam V/Brawijaya juga mengaku kagum dengan masyarakat Sumenep, yang hingga saat ini tetap menjunjung tinggi kerukunan umat beragama.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Karena masalah tersebut, mencerminkan rasa kebhinnekaan masyarakat Sumenep sangat tinggi, utamanya dalam kerukunan umat beragama maupun antar suku bangsa.

Oleh sebab itu, pihaknya menekankan agar isue – isue yang berkembang terkait politik Pilkada terutama di Jakarta, tidak menjadi alat pemecah belah kerukunan antar umat beragama di Sumenep.

Sehingga, keutuhan NKRI tetap terjaga, dan menjadi kebutuhan utama bagi warga negara Indonesia.

“Setelah kita merdeka dari penjajahan barulah dirumuskan/konsensus empat Dasar/pilar negara yaitu NKRI, UUD 45, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar maupun pandangan rakyat Indonesia,” paparnya.

Pihaknya meminta para Kyai dan ulama agar dapat menenangkan situasi, demi mencegah dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan Hoax yang belum tentu kebenarannya.

Hal itu dikarenakan, Negara Indonesia berpotensi timbul gejolak karena termasuk negara kaya minyak. Sehingga perdamaian di Indonesia harus tetap dijaga, demi menghalau pengaruh asing.

Bahkan saat ini, bahaya narkoba sudah memprihatinkan karena sudah merambah kalangan aparat maupun elemen masyarakat. Sehingga masa depan generasi muda kita sudah teracuni, dan otaknya sudah rusak akibat pengaruh narkoba.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan jika logo palu arit pada uang rupiah, tidak benar adanya. Karena gambar/logo tersebut merupakan simbol Bank Indonesia. (din/**)[din/*]