Pagar Nusa Bluto Sumenep Gelar Konferensi dan Kuatkan Komitmen Aswaja Hingga Akar Rumput

Terbit: 15 Desember 2025 | 11:33 WIB

Sumenep – Gerak langkah konsolidasi dan penguatan komitmen organisasi terus digencarkan oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU). Bertempat di Desa Pekandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Bluto sukses menyelenggarakan hajatan besar: Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Ranting dan Rayon, yang dirangkai dengan Konferensi PAC Pagar Nusa Bluto, Ahad, (14/12/2025).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan (ukhuwah) ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Kapolsek Bluto, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bluto Ustadz Homaidi, perwakilan Banom NU lainnya, tokoh masyarakat, dan ratusan pendekar. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi kuat antara Pagar Nusa dengan struktur NU dan instansi keamanan setempat.

Baiat: Ikrar Menjaga Marwah Organisasi dan Aswaja

Inti dari kegiatan tersebut adalah pengukuhan dan baiat (sumpah janji setia) terhadap pengurus baru. Prosesi ini menegaskan kesiapan dan tanggung jawab moral para pengurus yang akan menjadi ujung tombak organisasi di tingkat basis.

Pengurus yang dikukuhkan meliputi:

  1. Ranting Karang Cempaka

  2. Rayon Nasrul Ulum

  3. Rayon Cimande Mahapatih Pekandangan Sangrah

  4. Ranting Pekandangan Sangrah

  5. Ranting Kapedi II

  6. Ranting Aeng Baja Kenek

Prosesi pengukuhan dan baiat dipimpin langsung oleh Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Bluto, Yudo, S.Pd.I. Kegiatan sakral ini merupakan bentuk penegasan komitmen keorganisasian, kedisiplinan, serta kesiapan para pengurus dalam mengemban amanah. Lebih dari itu, mereka dibaiat untuk menjaga marwah Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat yang berlandaskan nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Dalam sambutannya, Yudo, S.Pd.I, menegaskan bahwa ritual ini bukan sekedar seremonial, melainkan ikrar tanggung jawab moral dan organisatoris.

“Pengukuhan dan baiat ini bukan sekedar seremonial, tetapi merupakan ikrar tanggung jawab moral dan organisatoris. Para pengurus ranting dan rayon harus siap mengabdi, menjaga disiplin organisasi, serta menjadi garda terdepan dalam membina kader Pagar Nusa di lingkungannya masing-masing,” tegas Yudo.

Ia menekankan pentingnya soliditas dan loyalitas kader dalam menjaga Pagar Nusa sebagai Banom resmi NU. Pagar Nusa diharapkan terus hadir sebagai kekuatan yang santun, berprestasi, dan berakhlakul karimah di tengah masyarakat.

Penguatan Struktur dan Kemaslahatan Umat

Sementara itu, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, Drs. KH Abdul Muiz Ali Wafa, memberikan apresiasi dan arahan yang menyoroti pentingnya penguatan struktur dari bawah.

“Penguatan organisasi harus dimulai dari bawah. Ranting dan rayon adalah ujung tombak kaderisasi Pagar Nusa. Dengan struktur yang kuat, disiplin yang terjaga, dan komitmen yang lurus, Pagar Nusa akan terus tumbuh menjadi organisasi yang bermanfaat bagi NU, bangsa, dan umat,” tutur Abdul Muiz, menegaskan bahwa kekuatan jam’iyyah terletak pada basisnya.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Konferensi PAC Pagar Nusa Bluto. Forum musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan ini digunakan untuk melakukan evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja strategis, dan memperkuat konsolidasi organisasi.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, PAC Pagar Nusa Bluto menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembinaan kader yang memiliki fisik kuat dan mental spiritual yang berpegang teguh pada ajaran Aswaja an-Nahdliyyah, sekaligus menjaga kemaslahatan umat dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.***

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *