Nyai Leha Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua PAC Fatayat NU Ganding Periode 2023-2027

Terbit: 6 Desember 2023 | 22:04 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Konferensi 5 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Ganding yang digelar hari ini, Rabu (6/12/2023) di Aula Babussalam PP Sumber Payung secara aklamasi memilih Ny. Siti Jamiyatus Sholehah untuk menjadi Ketua PAC Fatayat NU Ganding periode 2023-2027

Konferensi 5 dengan tema : “Menguatkan Kader Militan yang Berdaya, Mandiri dan Berkatakter Ahlussunnah Waljamaah” dihadiri peserta konferensi sebanyak 70 orang, baik dari pengurus MWC, PAC, Banom, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ganding.

Beliau mendapat suara 23 dari 25 suara yang mempunyai hak pilih dari ranting dan anak ranting. Dalam penjaringan calon, Nyai Leha langsung mendapat suara 23 dan langsung disepakati oleh peserta konferensi.

Saat dihubungi oleh media ini, Neng Leha sapaan akrabnya, memberikan komentar terkait kepercayaan peserta konferensi, bahwa ia terima untuk mengabdi pada umat, sekalipun tidak pernah mengharapkan sebelumnya.

“Demi khidmah pada NU, agama, bangsa dan negara, saya terima amanah ini dengan penuh keikhlasan. Seperti dawuh Gus Dur, orang pesantren disuruh apa saja harus mau untuk sesuatu yang bermanfaat. Walaupun saya harus akui dengan jujur, tidak menginginkan jabatan ini dan tidak pernah membayangkan sebelumnya” terang isteri Kiai Sahli Hamid ini

Salahsatu pengasuh PP Raudlatul Iman Gadu Barat Ganding tersebut, menggantikan Ny. Hj. Atiqoh Halim yang telah menjabat dua periode, yakni periode 2014-2019 dan periode 2019-2023. [Ning/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *