Nisfu Syaban, Ratusan Jamaah Ashabul Kahfi Lantunkan Dzikir Syadziliah di PBNU

0
1006

MADURAEXPOSE,JAKARTA – Malam Nisfu Syaban, ratusan jamaah majlis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thoriqoh Syadziliah di masjid PBNU. Dzikir thoriqoh dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thoriqoh Syadziliah di Bekasi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian kesyadziliahan yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat. Ketua umum PBNU KH. Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thoriqoh Syadziliah di masjid PBNU. Ia menilai, Syeikh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thoriqoh Syadziliah, merupakan sosok sufi istemewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

“Syeikh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang berbeda dengan umumnya kalangan sufi,” katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thoriqoh Syadziliah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai kesyadziliahan bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

“Majlis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thoriqoh Syadziliah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU,” kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thoriqoh Syadziliah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibin.

“Jamaah yang hadir, ada yang dari birokrasi pemerintah, karyawan swasta, akademisi, politisi, pengusaha, dan para ustadz Jabodetabek,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thoriqoh Syadziliah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

“Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai kesyadziliahan, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan,” tegasnya.

Hadir dalam dzikir thoriqoh Syadziliah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, diantaranya, ust. Nurcholis (dai dari Bekasi), ust. Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), ust. Miftahudin (pengasuh majlis Darusalam di Tangerang), serta pengurus masjid PBNU.
1
Lukman Hakim
Ketua Panitia Selapanan Majlis Ashabul Kahfi di Masjid PBNU