
MADURAEXPOSE.COM– Tragis dialami seorang staf Desa Sambelia yang menjabat Kaur Trantib, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim) berinisial MHS (47). Dia tewas setelah menenggak minuman tradisional jenis tuaK
Kasubag Humas Polres Lotim, AKP I Made Tista mengatakan, korban sebelum ke kantor diinformasikan menenggak tuak. Dalam kondisi di bawah pengaruh miras tradisional, korban langsung menuju Kantor Desa Sambelia untuk memenuhi undangan rapat. Namun, baru saja akan menghidupkan motornya, korban mengalami kejang-kejang.
“Istri korban mencoba menyelamatkan nyawa korban, namun karena tubuh korban mengalami kejang yang cukup serius, istri korban justru terpental,” ujar Made Tista.
Korban akhirnya jatuh terseungkur di samping sepeda motor dan sempat tertindih sepeda motor. Akibatnya korban mengalami luka robek di bagian dahi kirinya.
Istri korban dibantu warga melarikan korban ke Puskesmas Sambelia. Namun nyawa korban tak dapat tertolong. Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan.
“Saat korban dibawa menuju Puskesmas, nyawanya tak dapat tertolong lagi,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan medis, mengatakan korban mengalami luka yang cukup serius akibat benturan saat mengalami kejang. Tim medis menyimpulkan penyebab kematian korban berdasarkan visum pada luar tubuh korban. Saat hendak diotopsi untuk menyimpulkan penyebab kejang pada tubuh korban, keluarga menolak untuk diotopsi.
“Dari hasil visum bagian luar, korban mengalami luka robek. Namun penyebab korban kejang diduga kuat karena mengkonsumsi tuak. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi yang mengatakan korban telah mengkonsumsi tuak beberapa saat sebelum mengalami kejang,” bebernya.
Polisi telah melakukan pemasangan police line di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan barang bukti tuak untuk diambil sampel dan pemeriksaan lebih lanjut.
(zr/kickNews)



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)