Nenek Perawan Tidur Dikandang Sapi, Pemkab Sumenep Harusnya Buka Mata!!!

Terbit: 9 Juni 2016 | 09:56 WIB

MADURA EXPOSE–Sungguh pemandangan yang sangat memilukan, demi melihat seorang nenek bernama Astami alias Nenek Perawan, karena semasa hidupnya belum pernah sekalipun menikah. Hingga diusianya yang ke 90 tahun, tepatnya pada Selasa, 7 Juni 2016, wanita lanjut usia (lansia) ini hidup seatap dengan seekor sapi disebuah kandang yang terbuat dari kayu dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, tepatnya di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Selama berpuluh-puluh tahun, Nenek Perawan yang sudah sangat sepuh ini selama berpuluh-puluh tahun melawan kerasnya hidup dengan cara memelihara sapi milik tetangganya. Rupanya, kandang sapi ini menjadi tempat tinggal Astami sambil melawan bau kotoran menyengat alias laseng (pesing). Anehnya lagi, disaat pemerintah menggelontorkan dana triliunan untuk masyarakat kurang mampu, nenek malang ini malah tak tersentuh program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun sejenisnya.

Dihadapan wartawan, Nenek Astami memberikan pengakuan sebenarnya, bahwa dirinya, sejujurnya, mengaku tidak nyaman tinggal “satu kamar” dengan sapi. Apalagi tempat tidurnya, persis berada dibelakang sapi. Serangan nyamuk liar, bau tak sedap dan kemungkinan buruk lainnya, sangat mungkin untuk menimpa nenek ini. Demi bertahan hidup, mau tidak mau, suka tidak suka, Ia mengaku harus pasrah menjalanninya.

Diapun menolak tawaran tempat tinggal degan cara menumpang di salah satu kerabatnya. Namun Nenek Astami yang berjiwa besar, mengaku lebih baik tinggal bersama seekor sapi di kandang yang kotor, ketimbang tidur nyenyak disebuah rumah yang bukan miliknya.

Sementara Misghati, keponakan Astami mengjelaskan, meski kondisi hidup neneknya sagat memperihatinkan, namn Astami tetap rajin ibadah termasuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437 H.

“Nenek Astami itu sejak muda memang belum pernah bersuami. Beliau itu tidak suka merepotkan orang lain. Selama bisa dikerjakan sendiri, nenek pasti lebih suka melakukannya sendiri,” ujarnya.

Nasib nenek Astami ini mengundang keprihatinan banyak kalangan yang mendesak Pemkab Sumenep segera untuk segera turun tangan.
“Simpel saja saya bilang, harusnya Pemkab Sumenep buka mata terhadap nasib nenek Astami di Bluto,” ujar Zainullah, salah satu tokoh kepada Madura Expose, Kamis 8/06/2016) [Fer/tim]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *