
Sumenep, MaduraExpose.com- Politisi Non Parlemen dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga fungsionaris LSM Petir menilai ucapan A.Warits yang terkesan menggertak para aktivis dengan sindiran carok, pada saat audiensi dengan sejumlah Komisioner KPUD, Komisi I DPRD dan pihak terkait lainnya dinilai telah melukai ruh demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Saya mendengar langsung kalimat kasar (carok,Red) itu. Apapun alasannya, kata2 carok itu tidak pantas keluar dari sosok figur ketua KPUD Sumenep”, ujar Mulyadi Kamis Malam kepada MaduraExpose.com, 28 Mei 2015.
Aktivis asal Payudan Guluk-Guluk meminta Ketua KPUD Sumenep untuk segera meminta maaf dan meralat ucapannya yang dinilai tidak pantas, apalagi berbicara didepan publik.
“Ketua KPU Sumenep wajib minta maaf. Kata-kata itu saya rasa sangat provokatif dan mengancam proses demokrasi yang saat ini berlangsung dengan diberlakukannya Keterbukaan Informasi Publik oleh pemerintah”, imbuhnya.
Mulyadi juga bilang, kalimat carok yang disampaikan Ketua KPUD, keluar dengan penuh emosi saat menanggapi kritik pedas dari kalangan aktivis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam barisan yang menamakan diri “Selamatakan Pilkada Sumenep dari Mafia Penyelenggara Pemilukada”
Tak hanya itu, Mulyadi juga mendukung pernyataan Eko Wahyudi, peserta audien dari kalangan pengunjuk rasa, yang meminta Ketua KPU Kab Sumenep A.Warits untuk tidak menyeret-menyeret nama kiyai dan ormas NU, hanya untuk kepentingan politik.
Sebelumnya diberitakan, jika A.Warits Ketua KPU Kab Sumenep tampak emosi dan penuh amarah saat melakukan tatap muka dengan sejumlah pengunjuk rasa. Entah disadari atau tidak, pria asal Kecamatan Gapura itu melontarkan ucapan yang mengarah kepada tantangan carok, dengan menggunakan bahasa Madura.
“Jhe’ senga acarok itu olle, saya acaroka (Coba carok itu dibolehkan, saya carok aja)”, gertak A.Warits dengan nada tinggi disaksikan ratusan orang, saat beraudiensi dengan pengunjuk rasa di Aula KPU Kab Sumenep, Madura, Jawa Timur.
(m2d/fer)



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
