Mulyadi: Ucapan Ketua KPU Sumenep Sangat Melukai Demokrasi

0
973
A.Warits, Ketua KPU Kab Sumenep, Jawa Timur usai audiensi dengan pengunjuk rasa, Kamis 28 Mei 2015. (Foto:Ferry Arbania/MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Politisi Non Parlemen dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga fungsionaris LSM Petir menilai ucapan A.Warits yang terkesan menggertak para aktivis dengan sindiran carok, pada saat audiensi dengan sejumlah Komisioner KPUD, Komisi I DPRD dan pihak terkait lainnya dinilai telah melukai ruh demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Saya mendengar langsung kalimat kasar (carok,Red) itu. Apapun alasannya, kata2 carok itu tidak pantas keluar dari sosok figur ketua KPUD Sumenep”, ujar Mulyadi Kamis Malam kepada MaduraExpose.com, 28 Mei 2015.

Aktivis asal Payudan Guluk-Guluk meminta Ketua KPUD Sumenep untuk segera meminta maaf dan meralat ucapannya yang dinilai tidak pantas, apalagi berbicara didepan publik.

“Ketua KPU Sumenep wajib minta maaf. Kata-kata itu saya rasa sangat provokatif dan mengancam proses demokrasi yang saat ini berlangsung dengan diberlakukannya Keterbukaan Informasi Publik oleh pemerintah”, imbuhnya.

Mulyadi juga bilang, kalimat carok yang disampaikan Ketua KPUD, keluar dengan penuh emosi saat menanggapi kritik pedas dari kalangan aktivis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam barisan yang menamakan diri “Selamatakan Pilkada Sumenep dari Mafia Penyelenggara Pemilukada”

Tak hanya itu, Mulyadi juga mendukung pernyataan Eko Wahyudi, peserta audien dari kalangan pengunjuk rasa, yang meminta Ketua KPU Kab Sumenep A.Warits untuk tidak menyeret-menyeret nama kiyai dan ormas NU, hanya untuk kepentingan politik.

Sebelumnya diberitakan, jika A.Warits Ketua KPU Kab Sumenep tampak emosi dan penuh amarah saat melakukan tatap muka dengan sejumlah pengunjuk rasa. Entah disadari atau tidak, pria asal Kecamatan Gapura itu melontarkan ucapan yang mengarah kepada tantangan carok, dengan menggunakan bahasa Madura.

“Jhe’ senga acarok itu olle, saya acaroka (Coba carok itu dibolehkan, saya carok aja)”, gertak A.Warits dengan nada tinggi disaksikan ratusan orang, saat beraudiensi dengan pengunjuk rasa di Aula KPU Kab Sumenep, Madura, Jawa Timur.

(m2d/fer)