MUI Sumenep Gulirkan Perda Mengemis (3-habis)

0
681
Ilustrasi. Pengemis (Ist)

Pragaan dahulu dan Kini

Maduraexpose.com– Anda Tahu Pragaan? Hingga kini, masih menjadi tujuan semua mata tatkala masyarakat membicarakan masalah pengemis. Sebab, diprediksi banyak masyarakat setempat yang menekuni pekerjaan ini.

Memang, data yang ada masyarakat di Kecamatan Pragaan secara garis besar berada di bawah garis kemiskinan. Sebanyak 11.684 rumah tangga di sana mengalami kemiskinan. Ini disebabkan kehidupan mereka tidak sesuai dengan masyarakat pada umumnya. Sehingga, dikategorikan dengan masyarakat miskin.

Meski demikian, budaya mengemis yang oleh banyak orang selalu diidentikkan dengan Pragaan ternyata untuk saat ini mulai bergeser. Pasalnya, banyak masyarakat Pragaan yang sudah berhenti menekuni budaya “warisan” tersebut. Mereka banyak memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan, lebih bermanfaat dan bermartabat.

Dari hasil penelusuran, banyak masyarakat Pragaan telah beralih profesi. Mereka lebih suka bercocok tanam dan melakukan aktifitas di laut dengan menjadi nelayan. Ini sekaligus menepis anggapan orang yang menganggap Pragaan sebagai daerah pengemis.

Kendati demikian, tidak semuanya berhenti melakukan aktifitas mengemis. Masih ada sebagian orang yang melakukan kegiatan mengemis. Namun, kondisi ini bukan lagi menjadi tradisi sebagaimana masyarakat yang hidup sebelum mereka.

Camat Pragaan (saat itu, Red.) Moh. Ramli juga mengakui, wilayah yang dipimpinnya tidak lagi dihuni oleh kalangan pengemis. Itu hanya terjadi pada masa lalu. “Kalau sekarang banyak masyarakat yang sudah beralih profesi. Saya kira ini merupakan perkembangan positif. Bahkan, semoga suatu saat habis total,” jelasnya.

Masyarakat Pragaan, sambungnya, sudah banyak menjadi nelayan dan ada juga yang melakukan aktifitas di sawah sebagai petani. “Kondisi ini sudah biasa pada aktifitas sehari-hari yang dilakukan masyarakat Pragaan. Itu perkataan orang yang tidak tahu kondisi objektif. Kalau tahu, pasti akan berkomentar sebaliknya,” katanya.

Untuk itu, Moh. Ramli berharap jangan sampai masyarakat mengklaim Pragaan sebagai daerah pengemis sebelum tahu yang sebenarnya. “Saya harap masyarakat yang lain sadar bahwa di Pragaan telah terjadi pergeseran, mereka lebih suka melaut dan bertani,” pungkasnya.

[Ali/jpnn/v-is]