MQFM Network, 14 tahun Mengudara

0
766

KISAH INSPIRATIF:Ulama Besar Berguru kepada Ulama yang Seumur Anaknya

.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan Ulama Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan.

IMAM SYAMSUDDIN AR RAMLY adalah ulama besar Syafi’iyah Mesir yang murid-muridnya kebanyakan adalah murid ayahnya Imam Syihabuddin Ar Ramly yang telah wafat. Salah satu diantara para murid beliau adalah ulama besar seperti Syeikh Nashiruddin Ath Thablawy, dimana usia Imam Syamsuddin Ar Ramly setaraf dengan usia putra Syeikh Ath Thablawy.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan kepada Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan,”Aku tidak berguru kepadanya, saat aku memperoleh apa yang tidak aku ketahui tentang ilmu”.

Yang bermulazamah kepada Imam Syamsuddin yang juga merupakan murid dari ayah beliau adalah Syeikh Syihab Ahmad bin Qasim. Bahkan ketika Ibnu Qasim diminta untuk menggelar majelis fiqih, beliau menjawab, ”Di saat ada Syeikh Syamsuddin Ar Ramly, maka hal itu tidaklah pantas”. (lihat, Khulashah Al Atsar, 3/329-333)

Demikianlah ketawadhua’an ulama besar di masa dahulu yang perlu dicontoh oleh para penuntut ilmu saat ini.*

IMAM SYAMSUDDIN AR RAMLY adalah ulama besar Syafi’iyah Mesir yang murid-muridnya kebanyakan adalah murid ayahnya Imam Syihabuddin Ar Ramly yang telah wafat. Salah satu diantara para murid beliau adalah ulama besar seperti Syeikh Nashiruddin Ath Thablawy, dimana usia Imam Syamsuddin Ar Ramly setaraf dengan usia putra Syeikh Ath Thablawy.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan kepada Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan,”Aku tidak berguru kepadanya, saat aku memperoleh apa yang tidak aku ketahui tentang ilmu”.

Yang bermulazamah kepada Imam Syamsuddin yang juga merupakan murid dari ayah beliau adalah Syeikh Syihab Ahmad bin Qasim. Bahkan ketika Ibnu Qasim diminta untuk menggelar majelis fiqih, beliau menjawab,”Di saat ada Syeikh Syamsuddin Ar Ramly, maka hal itu tidaklah pantas”. (lihat, Khulashah Al Atsar, 3/329-333)

Demikianlah ketawadhua’an ulama besar di masa dahulu yang perlu dicontoh oleh para penuntut ilmu saat ini.
logo-mq