MQFM Network, 14 tahun Mengudara

Terbit: 2 Januari 2016 | 16:06 WIB

KISAH INSPIRATIF:Ulama Besar Berguru kepada Ulama yang Seumur Anaknya

.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan Ulama Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan.

IMAM SYAMSUDDIN AR RAMLY adalah ulama besar Syafi’iyah Mesir yang murid-muridnya kebanyakan adalah murid ayahnya Imam Syihabuddin Ar Ramly yang telah wafat. Salah satu diantara para murid beliau adalah ulama besar seperti Syeikh Nashiruddin Ath Thablawy, dimana usia Imam Syamsuddin Ar Ramly setaraf dengan usia putra Syeikh Ath Thablawy.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan kepada Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan,”Aku tidak berguru kepadanya, saat aku memperoleh apa yang tidak aku ketahui tentang ilmu”.

Yang bermulazamah kepada Imam Syamsuddin yang juga merupakan murid dari ayah beliau adalah Syeikh Syihab Ahmad bin Qasim. Bahkan ketika Ibnu Qasim diminta untuk menggelar majelis fiqih, beliau menjawab, ”Di saat ada Syeikh Syamsuddin Ar Ramly, maka hal itu tidaklah pantas”. (lihat, Khulashah Al Atsar, 3/329-333)

Demikianlah ketawadhua’an ulama besar di masa dahulu yang perlu dicontoh oleh para penuntut ilmu saat ini.*

IMAM SYAMSUDDIN AR RAMLY adalah ulama besar Syafi’iyah Mesir yang murid-muridnya kebanyakan adalah murid ayahnya Imam Syihabuddin Ar Ramly yang telah wafat. Salah satu diantara para murid beliau adalah ulama besar seperti Syeikh Nashiruddin Ath Thablawy, dimana usia Imam Syamsuddin Ar Ramly setaraf dengan usia putra Syeikh Ath Thablawy.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, maka banyak komentar negatif yang ditujukan kepada Ath Thablawy namun beliau tidak menghiraukan,”Aku tidak berguru kepadanya, saat aku memperoleh apa yang tidak aku ketahui tentang ilmu”.

Yang bermulazamah kepada Imam Syamsuddin yang juga merupakan murid dari ayah beliau adalah Syeikh Syihab Ahmad bin Qasim. Bahkan ketika Ibnu Qasim diminta untuk menggelar majelis fiqih, beliau menjawab,”Di saat ada Syeikh Syamsuddin Ar Ramly, maka hal itu tidaklah pantas”. (lihat, Khulashah Al Atsar, 3/329-333)

Demikianlah ketawadhua’an ulama besar di masa dahulu yang perlu dicontoh oleh para penuntut ilmu saat ini.
logo-mq

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *