maduraexpose.com

 


News

MONAS MEMUTIH: Reuni 212 Patahkan Prediksi Politik, Dimulai Salat Gaib Bencana

192
×

MONAS MEMUTIH: Reuni 212 Patahkan Prediksi Politik, Dimulai Salat Gaib Bencana

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

JAKARTA, 2/12/2025, Pukul 19.30 WIB – Lapangan Monumen Nasional (Monas) kembali memutih sore ini. Ribuan massa Alumni 212 berkumpul dalam Reuni Akbar 212 yang diproyeksikan menjadi konsolidasi politik-spiritual terbesar tahun ini. Berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, acara ini dibuka dengan momentum yang sarat makna: Zikir Bersama dan Salat Gaib untuk korban bencana alam Sumatera dan dunia.

Juru bicara Reuni 212, Aziz Yanuar, menegaskan dimensi kemanusiaan acara. “Salat gaib ini ditujukan kepada korban bencana alam dalam negeri dan korban luar negeri,” ujar Aziz. Langkah ini dilihat sebagai manuver cerdas, memposisikan gerakan ini sebagai entitas moral bangsa di tengah sorotan publik atas penanganan krisis kemanusiaan oleh pemerintah.

FOKUS UTAMA: Panggung Politik Kaum Oposan

Begitu Salat Gaib usai, agenda beralih ke panggung utama Monas, yang menjadi titik fokus sesungguhnya: pertarungan daya tawar politik. Daftar pembicara malam ini menegaskan konsolidasi kelompok penekan terhadap kekuasaan.

Bintang-Bintang Konsolidasi yang Hadir:

Panggung Reuni 212 hari ini menghadirkan representasi solid dari gerakan Islam konservatif, menandakan persatuan di level pimpinan:

  • Imam Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (FPI), Ahmad Qurthubi Jaelani.
  • Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Yusuf Muhammad Martak.
  • Ketua Umum Dewan Tinggi Nahdlatul Ulama Persada 212, Shobri Lubis.

Kehadiran tokoh-tokoh ini bukan sekadar sambutan, tetapi penegasan bahwa Reuni 212 adalah panggung politik terbuka yang menyuarakan aspirasi umat yang merasa kurang terakomodasi.

Sinyal Keras dari Oposisi Intelektual

Di luar representasi ormas, acara ini diperkuat oleh figur-figur oposan yang bergerak di ranah intelektual dan hukum: pakar hukum tata negara Refly Harun dan mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Marwan Batubara.

Kehadiran mereka mengirimkan sinyal kuat: Gerakan 212 tidak hanya menggunakan mobilisasi massa, tetapi juga memperkuat narasi kritik terhadap pemerintah di ranah hukum, konstitusi, dan kebijakan kenegaraan. Ini adalah kombinasi strategi ‘jalanan’ dan ‘intelektual’ yang patut diwaspadai rezim.

Misteri Kehadiran Pejabat Pemerintah

Atensi publik tertuju pada kehadiran perwakilan pemerintah. Panitia mengklaim mengundang Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Menteri Agama. Kehadiran atau ketidakhadiran pejabat tinggi ini menjadi barometer sejauh mana gerakan ini memiliki akses dan pengakuan resmi dari Istana.

Berdasarkan sejarah, acara Reuni 212 seringkali diwarnai kontroversi perizinan, yang selalu menunjukkan adanya tegangan antara kelompok massa dan aparat keamanan (Sumber: SETARA Institute, yang menyebut Reuni 212 sebagai fenomena politik yang sesungguhnya).

Azam Khan bersama Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, di lokasi acara Reuni Akbar 212 di Silang Monas Jakarta, Selasa 2 Desember 2025.

Di tengah gemuruh zikir dan tuntutan moral, Reuni 212 hari ini menegaskan satu hal: Gerakan ini tetap menjadi kekuatan mobilisasi massa yang signifikan dan menjadi penentu dalam peta politik elektoral dan moral bangsa. Dengan mengawali aksinya lewat kepedulian spiritual (Salat Gaib), mereka telah menunjukkan bahwa isu kemanusiaan adalah senjata pamungkas untuk menekan dan memengaruhi kebijakan publik.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----