Momentum Ramadhan, Nyai Eva Wabup Sumenep Ajak Masyarakat Konsumsi Produk UMKM

Terbit: 7 April 2022 | 22:15 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Kholifah, SH, MH, M.Pd.I punya perhatian serius terhadap nasib UMKM di Kabupaten Sumenep.

Pihaknya melihat ada beberapa masalah utama yang dihadapi oleh UMKM di Kabupaten Sumenep terkait dengan proses pengembangannya.

Berbagai terobosam terus dilakukan agar UMKM di Sumenep terus tumbuh pesat dan mampu melakukan inovasi kreative diantaranya adalah soal pemasaran, packaging dan perang harga.

Menurut perempuan yang juga menjabat Ketua PC Muslimat NU Sumenep ini, salah satu strategi yang bisa dijalankan dalam produk UMKM adalah dengan memahami Unique Selling Point (USP) atau faktor pertimbangan dari penjual sebagai alasan bahwa produk atau jasa mereka (UMKM) lebih baik dari kompetitor.

“Selain gencar mengkampanyekan produk UMKM agar naik kelas, kita juga harus memulai dari diri kita sendiri agar ikut mengkonsumsi salah satu dari produk UMKM Sumenep,” demikian Wabup Sumenep Nyai Hj. Dewi Kholifah, SH, MH, M.Pd.I kepada Redaksi Maduraexpose.com, Kamis 7 April 2022.

Nyai Eva berasumsi, terwujudnya misi pemerintah daerah di Sumenep dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, tak cukup hanya dengan konsep dan teori.

Namun harus ada kesadaran bersama agar masyarakat ikut berbelanja hasil UMKM Sumenep sebagai ikhtiar memberikan semangat bagi UMKM agar lebih produktif untuk meningkatkan kualitas produk serta kuantitasnya.

Bahkan salah satu menu buka puasa dan sahur Wakil Bupati Sumenep tak luput dari hasil produk UMKM Sumenep.

Termasuk buah tangan yang selalu Wabup Eva berikan kepada tamunya sebagai souvenir.

“Saya berharap produk UMKM Sumenep terus naik kelas bahkan ekspor tentunya. Salah satunya dengan mendampingi mereka agar legalitas dan packaging baik mutu rasa terjaga,” imbuhnya.

Politisi cantik yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Sumenep ini mengaku tidak bisa menafikan, bahwa dalam produk UMKM ada hal yang kerap menjadi pertimbangan,yakni masalah konsumen yang tak jarang sangat teliti terhadap sebuah produk, misalnya harga, keuntungan yang ditawarkan, dan popularitasnya.

“Sebuah produk yang tidak populer, kadang membuat konsumen enggan membelinya karena dirasa kurang terpercaya. Masalah harga juga menentukan keputusan konsumen untuk membeli hasil UMKM,”tandasnya.

Nyai Eva juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumenep agar tidak segan-segan membantu UMKM.

“Terutama soal pemasaran mereka, perlu kita bantu baik offline maupun online. Jangan lupa cinta dan konsumsi produk UMKM di Sumenep, tetap semangat dan eksis ditengah pandemi,”tutupnya. (Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *