MADURAEXPOSE.COM– Pengamat politik dari Sumekar Network, Tedi Muhtady menilai, nasib PKL Taman Adipura Sumennep yang direlokasi sejak 1 Syawal 1437 H lalu, secara tidak langsung akan menjadi duri dalam daging bagi perjalanan karir politik Achmad Fauzi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep dari Partai PDI Perjuangan.

“Meski bukan harga mati, namun nasib PKL akan menjadi babak penentu nasib Wabup Fauzi dalam meniti karir politik kedepan. Apalagi, dari awal, semua PKL mengakui, kengototan untuk merelokasi ke lapangan Giling bukanlah Bupati,” ujar Tedi Muhtady kepada MaduraExpose.com.

Pihaknya menambahkan, kisruh PKL diawali dengan kengototan Wabup Fauzi yang mengaku sudah diperya penuh Bupati untuk menata para pedagang di Taman Adipura. Dan sejak awal, sejumlah aktivis mengingatkan agar hal tersebut ditelan mentah-mentah hingga menimbulkan gejolak perlawanan.

“Akibat relokasi yang tidak dibarengi dengan lokasi yang memadai di depan lapangan Giling saat itu, ratusan PKL melakukan perlawanan denga melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Pemkab dan menuding Wabup Fauzi pejabat si tangan besi,” pungkasnya.

Selain mengkritis nasib para PKL, pria yang lama di Jakarta ini juga menyarankan para tokoh yang atau figur yang berminata maju dalam Pilkada mendatang, hendaknya tidak mengubur diri dan menghilang dari peredaran.

“Untuk para figur yang masih berminat mencalonkan diri sebagai kepala daerah pada Pilkada Sumenep mendatang, hendaknya terus berbaur membantu pemerintahan Busyro Karim-Achmad Fauzi. Teruslah berkontribusi kepada masyarakat. Jangan nunggu menjelang pemilihan baru mau berbuat, kesannya instan dong,” pungkasnya. [Ferry]

HotNews:  Pasca Deklarasi Achmad Fauzi - Nyi Eva, Muncul Paslon Fattah Jasin-Ra Fikri, Bagaimana Nasib Ra Mamak Ketua PPP Sumenep?