Merasa Dilecehkan Ucapan Jokowi,Petani Garam Madura Turun Jalan

0
388


Sumenep (Maduraexpose.com) – Merasa tak terima dengan ucapan presiden Jokowi yang dianggap melecehkan hasil produksi garam, membuat sejumlah Petani garam yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Petambak Garam Sumenep (HMPG) Madura, Jawa Timur murka dan langsung turun jalan menggelar aksi unjuk rasa di kantor perwakilan rakyat atau DPRD Sumenep, Jumat (30/8/2019).

Pengunjuk rasa mengaku tersinggung dengan ucapan Presiden RI, Joko Widodo, yang menilai kualitas garam Madura jelek dan hitam. Padahal, garam rakyat di Madura termasuk Sumenep dari segi kualitas sangat bagus.

“Kami tidak terima dengan apa yang disampaikan pak Presiden, di mana garam Madura dibilang jelek. Kedatangan kami ke sini (dewan, red) untuk menyampaikan aspirasi kami,” kata Korlap aksi, Dedi Ahmadi.

Ia meminta agar wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif mendukung upaya masyarakat petambak garam agar Presiden RI mencabut pernyataan garam Madura jelek sehingga tidak bisa masuk ke industri.

“Tolong cabut pernyataan Presiden. Jangan kerdilkan kami dengan pernyataannya yang tidak sesuai fakta,” ucapnya.

Masyarakat Sumenep utamanya petambak garam akan datang dan menyurati Presiden agar datang langsung ke Madura untuk melihat kondisi garam rakyat yang sebenarnya. Tidak hanya mendengarkan laporan dari pihak tertentu.

“Nanti kami akan undang langsung Presiden ke Sumenep. Biar ia tahu seperti apa kualitas garam di Madura, jangan hanya menerima laporan dari pihak tertentu,” teriaknya.

Hingga saat ini para demonstran terus berorasi di depan kantor DPRD Jalan Trunojoyo Sumenep. Mereka menilai wakil rakyat tidak mendukung terhadap aspirasi masyarakat.

Buktinya, saat mau diajak diskusi, Pimpinan Sementara DPRD, KH Hamid Ali Munir dan Indra Wahyudi tidak mau dengan alasan masih belum definitif.

“Kami tetap mendukung semua aspirasi masyarakat, cuma kalau untuk menghadiri undangan masyarakat, kami masih belum definitif. Ini sangat dilematis bagi kami,” ucap Ketua Sementara DPRD Sumenep, KH Hamid Ali Munir, di hadapan para pendemo.

(pmc/red)